DEMAK, Beritajateng.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Demak mengalokasikan anggaran hibah dengan total sebesar Rp7 miliar untuk insentif guru non formal di berbagai lembaga pendidikan keagamaan.
Berbagai lembaga itu termasuk Madrasah Diniyah (Madin), Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ), dan pondok pesantren (ponpes) di wilayah Kabupaten Demak.
Plt Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Demak, Ungguh Prakoso, mengatakan anggaran itu dialokasikan dalam hibah murni sebesar Rp4 miliar untuk 400 lembaga dan pada anggaran perubahan sekitar Rp3 miliar untuk 308 lembaga.
Ungguh menegaskan proses pemberian hibah tersebut tidak dipungut biaya kepada lembaga penerima. Ia pun mengimbau agar masyarakat dapat melapor jika menemukan dugaan pungutan.
“Insyaallah semuanya mendapatkan. Tidak perlu mengajukan. Dan tidak ada pungutan satu rupiah pun. Kalau ada laporan pungutan, langsung laporkan kepada Bupati,” ujar Ungguh, Rabu, 7 Oktober 2026.
Pihaknya akan menyederhanakan proses administrasi untuk memudahkan pencairan insentif itu. Lembaga penerima diberikan template dalam bentuk softcopy, sehingga pengisian dokumen dan kelengkapan administrasi dapat dilakukan dengan lebih mudah.
“Kami berkomitmen pengurusannya sangat mudah. Diberikan template softcopy dan pengisian segala macamnya kami permudah,” ujarnya.
Menurutnya, Pemkab Demak dari tahun ke tahun terus melakukan evaluasi untuk menemukan formula terbaik dalam penyaluran hibah tersebut. Salah satu persoalan yang menjadi perhatian adalah perbedaan jumlah guru pada masing-masing lembaga.
“Karena dari Kemenag sudah mengatur, ada satu madrasah yang hanya tiga guru, tetapi ada satu lembaga sampai 30 guru. Sementara dananya sama,” jelasnya.
Ungguh menekankan agar setiap lembaga tidak hanya mampu menjalankan kegiatan pendidikan, tetapi juga memenuhi kelengkapan administrasi dan legalitas kelembagaan. Hal ini agar penyaluran bantuan hibah dapat berjalan lebih tertib.
Sementara itu, Bupati Demak Eisti’anah menyampaikan apresiasi kepada para guru dan pengelola Madin, TPQ, serta ponpes yang selama ini terus mengabdikan diri memberikan pendidikan keagamaan kepada anak-anak.
Ia mengakui bahwa dukungan anggaran yang diberikan pemerintah belum sepenuhnya mampu memenuhi seluruh kebutuhan lembaga pendidikan keagamaan. Namun, Pemkab Demak tetap berkomitmen memberikan perhatian di tengah keterbatasan anggaran.
“Kalau melihat jumlahnya memang masih sangat kurang. Tetapi kami tetap berkomitmen untuk terus memperhatikan bapak ibu semuanya di tengah keterbatasan anggaran,” katanya.
Jurnalis: Burhanudin/Lingkar Network
Editor: Utia Lil















