GROBOGAN, Beritajateng.id – Kasus dugaan keracunan makan bergizi gratis (MBG) di Kecamatan Gubug terus berkembang. Berdasarkan data sementara, total ada 780 orang yang dilaporkan terdampak kasus ini.
Dari jumlah tersebut, 162 orang harus menjalani perawatan medis. Lebih rinci lagi, korban yang harus dirawat inap di sejumlah fasilitas kesehatan yakni sebanyak 113 orang, sementara 49 lainnya menjalani rawat jalan.
“Sebagian besar pasien datang dengan keluhan mual, muntah, pusing, dan diare. Saat ini seluruh pasien sudah mendapatkan penanganan medis sesuai standar,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Grobogan, dr. Djatmiko, Senin, 12 Januari 2026.
Adapun fasilitas kesehatan yang menangani korban dugaan keracunan MBG ini yakni RSUD Ki Ageng Getas Pendowo, RSUD R. Soedjati Purwodadi, Puskesmas Karangrayung 1, Puskesmas Kedungjati, Puskesmas Gubug 1, Puskesmas Toroh 1, Puskesmas Klambu, Puskesmas Grobogan, Puskesmas Godong 1, dan RS Permata Bunda.
dr. Djatmiko menambahkan, mayoritas kondisi pasien saat ini mulai membaik, meski masih dalam pemantauan intensif tenaga kesehatan, terutama pada pasien anak-anak.
“Tidak ada laporan pasien dengan kondisi kritis. Namun kami tetap melakukan observasi ketat untuk memastikan pemulihan berjalan optimal,” jelasnya.
Selain penanganan medis, pihaknya bersama lintas sektor telah melakukan penyelidikan epidemiologi untuk memastikan penyebab pasti kejadian tersebut. Tim kesehatan telah mengambil sampel makanan MBG, air, serta melakukan pemeriksaan terhadap proses pengolahan dan distribusi makanan.
“Hasil uji laboratorium masih kami tunggu. Masih perlu waktu tujuh hingga 10 hari,” tegasnya.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















