GROBOGAN, Beritajateng.id – Kepolisian Resor (Polres) Grobogan mengungkapkan kronologi meninggalnya siswa SMP berinisial ABP di Kecamatan Geyer yang diduga akibat perundungan atau bullying.
Kapolres Grobogan AKBP Ike Yulianto menegaskan bahwa peristiwa ini merupakan tindak pidana murni dan kini tengah didalami oleh penyidik. Pihaknya juga sudah memeriksa 10 saksi yang terdiri dari enam siswa dan empat guru.
“Saat ini kami sudah memeriksa 10 orang saksi yang terdiri dari 6 orang siswa kemudian empat orang guru,” katanya, Rabu, 15 Oktober 2025.
AKBP Ike Yulianto menjelaskan bahwa kronologi insiden ini bermula dari perkelahian pada Sabtu pagi, 11 Oktober 2025 sekitar 07.30 WIB karena salah satu pelaku menyebut korban sebagai perempuan.
“Disitu ada salah paham yang mana korban dibilangi oleh salah satu yang diduga pelaku kamu ini wadon, kalau wadon kamu di dalam (kamu perempuan, kalau perempuan kamu di dalam kelas, red),” jelas AKBP Ike.
Perkelahian pertama, kata dia, berhasil dilerai oleh pihak sekolah saat kegiatan kerja bakti sedang berlangsung. Namun, perkelahian berlanjut pada pukul 11.30 WIB, tepat setelah jam istirahat.
“Pelaku ini mendorong korban, sempat terjadi pemukulan disana dan (korban, red) jatuh terbentur lantai, setelah itu kejang-kejang dibawa ke UKS,” ungkapnya.
Karena kondisi korban memburuk dan sudah tidak bernapas saat berada di UKS, pihak guru segera melarikannya ke Puskesmas.
AKPB Ike mengatakan, berdasarkan hasil autopsi ditemukan adanya luka akibat benda tumpul di bagian belakang kepala korban.
“Kemudian saat ini kami masih mendalami penyelidikan, kemudian hari ini kita adakan gelar perkara untuk menentukan yang bersangkutan apakah bisa dinaikkan untuk menjadi tersangka,” katanya.
Selain proses hukum, kepolisian telah menurunkan tim psikolog ke SMP tersebut untuk memberikan trauma healing kepada para siswa lain. AKBP Ike Yulianto menambahkan bahwa pihaknya juga berkoordinasi dengan Balai Pemasyarakatan (Bapas), Dinas Pendidikan, dan Dinas Sosial untuk memastikan penanganan kasus berjalan secara menyeluruh.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















