JEPARA, Beritajateng.id – Bencana longsor terjadi di sejumlah daerah di Kabupaten Jepara usai hujan deras dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah setempat selama dua hari terakhir, Sabtu, 10 Januari 2026.
Dampak longsor paling parah terjadi di Desa Sumanding, Kecamatan Kembang, serta sepanjang jalan utama Dukuh Kajang-Desa Tempur hingga jalur Dukuh Duplak.
Kepala Pelaksana BPBD Jepara, Arwin Noor Isdiyanto, berdasarkan laporan Bagana, menyampaikan bahwa pada pukul 08.05 WIB terjadi tanah longsor di RT 17 RW 05 Desa Sumanding, Kecamatan Kembang. Longsor mengakibatkan satu unit rumah warga roboh atau rusak berat akibat terdorong dan tertimbun material tanah.
“Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Pemilik rumah beserta keluarga telah dievakuasi ke tempat yang lebih aman,” ujar Arwin.
Lebih lanjut, Arwin mengungkapkan longsor besar juga dilaporkan terjadi di sepanjang jalan utama Dukuh Kajang, Desa Tempur, yang mengakibatkan akses jalan tertutup total di banyak titik. Berdasarkan update BPBD per 10 Januari 2026 pukul 09.30 WIB, sedikitnya 18 titik longsor teridentifikasi, dengan material tanah, batu, dan pasir menutup badan jalan sepanjang 6 hingga 100 meter, dengan ketebalan mencapai 1-2 meter.
Beberapa titik longsor bahkan menyebabkan badan jalan hilang total, pagar pengaman jalan dan jembatan tersapu material, serta aliran sungai berpindah dan menggerus halaman rumah warga. Di lokasi Jembatan Dieng dan Tanjakan Pule, longsor dilaporkan berada di tebing dengan ketinggian hingga 100-200 meter, sehingga sangat berisiko.
“Saat ini area sekitar lokasi longsor telah disterilkan dan akses warga dibatasi untuk mengantisipasi potensi longsor susulan. Kami juga telah berkoordinasi dengan perangkat desa dan instansi terkait untuk penanganan lanjutan,” terangnya.
Pihaknya pun mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, menghindari lokasi longsor, serta segera melapor ke aparat desa atau BPBD apabila menemukan tanda-tanda pergerakan tanah, mengingat curah hujan masih berpotensi tinggi dalam beberapa hari ke depan.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















