KAB.SEMARANG, Beritajateng.id – Petani di Desa Kemetul, Kecamatan Susukan, berhasil menambah jumlah produktivitas hasil pertanian dengan beralih ke sistem pertanian organik.
Kepala Desa (Kades) Kemetul, Agus Sudibyo mengatakan, peralihan sistem pertanian itu dilakukan secara bertahap. Saat ini terdapat beberapa petani yang sudah memulai langkah tersebut.
“Semua dilakukan bertahap, dengan terus membuat berbagai inovasi untuk memajukan sektor pertanian kami,” katanya di kegiatan Panen Perdana Pertanian Semi Organik di Desa Kemetul, Minggu, 30 November 2025.
Menurutnya peralihan ke sistem pertanian organik ini lantaran mahalnya pupuk kimia, serta hasil produksi yang kurang maksimal. Selain itu menurutnya hasil pertanian seperti padi menjadi lebih sehat dan aman di konsumsi masyarakat.
“Sekaligus bisa meningkatkan keuntungan para petani di desa kami ini, sehingga perekonomian petani kami jadi meningkat,” tambahnya.
Ia mengungkap Desa Kemetul memiliki total seluas 10 hektar lahan pertanian padi semi organik. Lahan ini dikelola 21 petani yang tergabung dalam Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Sidomulyo.
Hasilnya, Sudibyo mengungkap per hektar lahan mampu menghasilkan 6,9 ton padi per hektar. Sehingga hasil keseluruhan dari 10 hektar yakni sekitar 69 ton.
“Padahal sebelum menerapkan sistem pertanian semi organik ini, hasil panen per hektar-nya hanya ada di 4 ton saja,” papar dia.
Selain itu, ia mengungkap sistem ini juga melibatkan para petani muda.
“Dimana para petani muda ini diajari cara bertani oleh senior-seniornya dan petani muda memberikan masukan untuk beralih ke pertanian semi organik,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian, Perikanan, dan Pangan (Dispertanikap) Kabupaten Semarang, Moh. Edy Sukarno mengungkap Kecamatan Susukan merupakan salah satu wilayah penghasil padi terbesar di Kabupaten Semarang.
“Saat ini menjadi wilayah yang terus mengembangkan pertanian organik di Kabupaten Semarang, sehingga wilayah Susukan menjadi salah satu lumbung padi organik di Kabupaten Semarang,” kata dia.
Pihaknya menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Semarang sangat mendukung beralihnya pertanian organik, baik di Susukan maupun wilayah lain.
“Karena memang kita harus akui, dengan penggunaan pupuk kimia secara terus menerus ini tanah yang ada di lahan pertanian itu akan semakin rusak, atau kualitas lahan kita menurun, dampaknya hasil panennya pun akan berkurang terus,” ujarnya.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















