KAB.SEMARANG, Beritajateng.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Semarang melalui Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dispermasdes) Kabupaten Semarang, Budi Rahardjo menegaskan tak ada desa tertinggal di wilayah Kabupaten Semarang.
Ia mengklaim, seluruh desa di Kabupaten Semarang sudah berstatus minimal desa berkembang, bahkan berstatus desa maju dan mandiri.
“Sehingga tidak ada desa tertinggal dan desa sangat tertinggal di wilayah kami Kabupaten Semarang ini,” ujarnya.
Berdasarkan Indeks Desa Membangun (IDM), status terendah di Kabupaten Semarang adalah desa berkembang. Dari total 208 desa, 52 di antaranya berstatus desa mandiri, dan 91 berstatus desa maju. Sisanya, 65 desa, berstatus sebagai desa berkembang, menunjukkan status desa yang sudah sangat baik.
Rahardjo menyebut, status yang sangat baik ini dikarenakan berbagai upaya yang dilakukan oleh Pemda Kabupaten Semarang melalui Dispermasdes.
Pihaknya bertugas melakukan pendampingan, memfasilitasi, serta mendorong desa-desa untuk terus meningkat. Parameter indeks desa yang ditingkatkan meliputi pelayanan dasar, sosial ekonomi, lingkungan, aksesibilitas, dan tata kelola pemerintahan.
“Hal itu juga masuk dalam program unggulan dari Bupati Semarang,” ungkapnya.
Peningkatan ini didukung penuh oleh berbagai program seperti penataan desa dan pemberdayaan lembaga. Inovasi yang turut dilakukan ialah percepatan reformasi birokrasi pemerintah dengan digitalisasi e-office desa.
Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Jateng) mencatat ada 15 desa yang berstatus tertinggal. Ke-15 desa itu ditargetkan untuk segera ditangani secepatnya.
Hal ini ditegaskan Wakil Gubernur Jateng, Taj Yasin, saat melakukan Kick Off Liga Desa 2025-2026 di Banyubiru, Kabupaten Semarang bersama Menteri Desa, Yandri Susanto.
“Insya Allah akan segera kita selesaikan ya untuk 15 desa tersebut melalui program unggulan yang ada di Pemprov Jateng,” katanya, Minggu, 23 November 2025.
Taj Yasin menjelaskan, Pemprov memiliki program andalan Satu Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Satu Desa Binaan.
“Jadi melalui program Satu OPD Satu Desa Binaan ini, sehingga 15 desa tersebut saat ini sedang kami bina dan kami dampingi untuk bisa meningkat,” sambungnya.
Wagub menegaskan, permasalahan di 15 desa itu akan segera diselesaikan. Program ini difokuskan pada infrastruktur, ketahanan pangan, pariwisata, hingga pertumbuhan ekonomi di masing-masing desa.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















