KENDAL, Beritajateng.id – Dua tokoh nasional turut memeriahkan Hari Jadi Kendal ke-421 dengan datang sebagai narasumber dalam kegiatan Sarasehan. Kegiatan ini digelar di Pendopo Tumenggung Bahurekso, Selasa, 21 Juli 2026.
Keduanya yakni Komjen Pol Purn Imam Sujarwo yang saat ini menjabat sebagai Direktur Utama Indosiar dan Dr. H. Mukhamad Mahdum yang saat ini menjabat sebagai Wakil Ketua Baznas RI.
Bupati Dyah Kartika Permanasari, dalam sambutannya, menjelaskan keduanya merupakan putra terbaik Kendal yang telah sukses meniti karir di tingkat nasional. Ia juga mengungkap dua narasumber lain juga diundang untuk Sarasehan, namun terkendala jadwal.
“Alhamdulillah hari ini kita mendatangkan narasumber, seharusnya ada empat. Tetapi karena kesibukan beliau-beliau yang hadir ada dua orang,” ujar Bupati Tika, sapaan akrabnya.
Menurutnya kegiatan ini menjadi salah satu momentum untuk memperkuat sinergi. Ia berharap kegiatan yang dihadiri tokoh agama dan masyarakat, pelaku usaha, akademisi, hingga organisasi kemasyarakatan ini bisa membawa manfaat besar.
Sebab sarasehan dengan tema “Bersinergi Membangun Daerah, Berinovasi Menyongsong Masa Depan” ini menjadi ruang diskusi, berbagi ilmu, gagasan dan ide-ide kreatif dalam memajukan Kabupaten Kendal.
“Saya percaya masa depan Kendal tidak hanya dibangun dari ruang-ruang pemerintahan, tetapi juga dari dapur ibu rumah tangga, semangat pemuda di desa, para pelaku UMKM, hingga anak-anak sekolah yang terus belajar demi mewujudkan Indonesia Emas 2045,” tuturnya.
Sementara, dalam paparannya Komjen Pol Purn Imam Sujarwo menekankan bahwa dengan segala potensi yang dimiliki Kabupaten Kendal dapat lebih maju dan mendunia, jika dapat dimaksimalkan dan dikelola dengan baik.
“Kendal itu letaknya strategis di Pantai Utara Jawa, Kendal juga pertumbuhan ekonominya juga bagus 7,9 persen bahkan di atas rata-rata nasional, bahkan tertinggi di Jawa Tengah. Oleh sebab itu cari yang lebih potensi untuk diangkat mendunia. Pasti ada, entah dari segi budaya, makanan atau yang lainnya,” pungkasnya.
Jurnalis: *Red
Editor: Ibnu Muntaha















