KENDAL, Beritajateng.id – Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kendal meresmikan Gedung Pelayanan Koperasi Lembaga Keuangan Mikro Agribisnis (LKMA) Gapoktan Gondang di Desa Pageruyung, Kecamatan Pageruyung, Kamis, 27 Agustus 2026.
Kepala DPP Kendal, Pandu Rapriat Rogojati, mengatakan gedung itu didirikan untuk membantu agar petani dapat memperoleh akses permodalan cepat dan mudah untuk memenuhi kebutuhan produksi seperti membeli benih, pupuk, obat-obatan, dan lainnya.
“Semangat pelayanan ini harus menjadi parameter keberhasilan. LKMA harus benar-benar bisa dirasakan manfaatnya oleh para petani, terutama dalam memberikan akses permodalan yang mudah,” ujar Pandu.
Menurutnya, hampir seluruh aktivitas usaha pertanian tidak terlepas dari kebutuhan modal. Karena itu, LKMA diharapkan mampu menjadi alternatif pembiayaan bagi petani agar mereka tidak selalu bergantung pada lembaga keuangan konvensional dengan persyaratan yang relatif lebih kompleks.
Saat ini, Koperasi LKMA Gapoktan Gondang telah melayani sekitar 380 debitur petani. Pembiayaan tersebut antara lain dimanfaatkan untuk kebutuhan modal tanam dan pembelian pupuk.
“Harapannya, LKMA ini menjadi pusat aktivitas ekonomi para petani. Ketika petani membutuhkan modal untuk kegiatan usaha, mereka bisa mendapatkan pelayanan yang mudah dan sesuai kebutuhan,” lanjutnya.
Pihaknya juga tengah mendorong pengaktifan kembali LKMA di sejumlah Gapoktan penerima bantuan Program Pengembangan Usaha Agribisnis Perdesaan (PUAP).
Dari 277 Gapoktan yang pernah menerima Bantuan Langsung Masyarakat (BLM) PUAP, saat ini baru sekitar 24 Gapoktan yang dinilai masih berkembang. Pemerintah daerah berupaya mengaktifkan kembali kelembagaan tersebut agar dapat berkembang menjadi koperasi dan memberikan manfaat ekonomi secara berkelanjutan kepada petani.
Kepala Desa Pageruyung, Daryanto, mengatakan Koperasi LKMA Gapoktan Gondang sebelumnya sempat mengalami mati suri setelah menerima BLM PUAP pada 2008.
Sejak dirinya menjabat sebagai Kepala Desa Pageruyung pada 2013, LKMA tersebut mulai dihidupkan kembali hingga akhirnya berkembang dan mampu melayani ratusan petani.
“Sejak 2013 kami berupaya menghidupkan kembali LKMA ini. Alhamdulillah sekarang bisa berkembang dan memberikan pelayanan permodalan kepada para petani,” kata Daryanto.
Program PUAP sendiri merupakan program pemerintah melalui Kementerian Pertanian yang ditujukan untuk membantu petani di pedesaan memperoleh akses permodalan. Dana bantuan tersebut dikelola melalui unit usaha Gapoktan untuk mendukung kegiatan agribisnis anggota.
Dengan penguatan kelembagaan LKMA, pemerintah berharap akses permodalan semakin dekat dengan petani sekaligus mendorong usaha pertanian di tingkat desa agar lebih produktif, mandiri dan berkelanjutan. (Adv)
Jurnalis: *Red
Editor: Utia Lil















