KENDAL, Beritajateng.id – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kendal menampilkan berbagai hiburan dalam rangkaian kegiatan Kendal Open Fair. Salah satunya atraksi kesenian barongan hingga kuda lumping di panggung Pekan Kebudayaan Daerah Kabupaten Kendal 2026.
Kegiatan yang berlangsung meriah di halaman Stadion Utama Kebondalem Kendal ini digelar selama satu pekan. Berbagai atraksi itu diharapkan bisa menghibur para pengunjung Kendal Open Fair.
Selain itu, Panggung Pekan Kebudayaan Daerah yang disediakan Disdikbud Kendal menjadi bagian dari kemeriahan rangkaian kegiatan Hari Jadi Kabupaten Kendal ke-421 yang digelar Pemerintah Kabupaten Kendal. Hal ini dikatakan oleh Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Kendal, Nurul Farida.
Nurul menuturkan selama enam hari berturut-turut masyarakat akan disuguhi berbagai pementasan kelompok seni barongan terbaik dari sejumlah kecamatan di Kabupaten Kendal.
Di antaranya Wahyu Putro Budoyo dari Kecamatan Kangkung, Satrio Manunggal Singo Manis dari Kecamatan Patebon, Putro Singo Jalmo dari Kecamatan Kendal, Wahyu Restu Budoyo dari Kecamatan Patean, Turonggo Budhoyo Masiran dari Kecamatan Boja, hingga Xtreme Budoyo.
Ia mengatakan pementasan tersebut menjadi salah satu upaya nyata Pemerintah Kabupaten Kendal dalam menjadikan barongan sebagai ciri khas budaya Kabupaten Kendal.
“Melalui berbagai pementasan ini, kami ingin menjadikan barongan sebagai ciri khas budaya Kendal. Sekaligus menjaga warisan leluhur agar tidak punah dan tergerus di tengah perkembangan zaman modern,” kata Nurul, Senin, 27 Juli 2026.
Menurut Nurul kegiatan tersebut juga digelar sebagai upaya melestarikan kesenian barongan yang menjadi salah satu identitas budaya daerah. Selain itu, pihaknya juga berniat memberikan ruang tampil bagi para pelaku seni agar tetap aktif berkarya dan dikenal masyarakat, terutama generasi muda.
Ia menuturkan ajang ini juga penting untuk mendorong regenerasi seniman barongan di Kabupaten Kendal. Sehingga pihaknya berharap kehadiran grup-grup barongan dalam Pekan Kebudayaan Daerah tidak hanya mampu meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap seni tradisi, namun juga menghidupkan kembali kesenian daerah.
“Harapannya, generasi muda semakin mengenal, mencintai, dan ikut melestarikan kesenian barongan sebagai bagian dari identitas budaya Kabupaten Kendal,” pungkasnya. (adv)
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















