KENDAL, Beritajateng.id – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kendal mencatat sejumlah wilayah memiliki tingkat kerawanan yang tinggi terhadap bencana.
“Tingkat kerawanannya di daerah selatan Siboli (Singorojo, Boja, Limbangan) dan Selokaton (Sukorejo, Pageruyung, Patean, dan Plantungan) sama yang paling tinggi bencana longsor,” ujar Kepala Seksi Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Kabupaten Kendal, Iwan Sulistyo.
“Sementara kalau daerah bawah tingkat kerawanannya adalah banjir, kemudian titik tertentu misalnya Kecamatan Kangkung rawan angin puting beliung,” imbuhnya.
Sebagai bentuk kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana hidrometeorologi 2025-2026, pihaknya telah menyiapkan status siaga darurat bencana dengan menyiagakan personil BPBD di posko induk.
“Saat ini kita sudah mendirikan posko induk di BPBD dengan petugas piket per hari ada sekira 6 orang. Kemudian kita bagi 3 shift untuk yang di posko, selain itu juga ada posko-posko di tingkat kecamatan,” ungkapnya.
Selain itu, pihaknya juga berkolaborasi dengan Damkar Kendal dan para relawan untuk bersiaga dalam menghadapi potensi bencana.
“Jadi ketika ada informasi bencana, kita langsung minta bantuan Damkar dan relawan yang ada di wilayah tersebut untuk segera melakukan penanganan dini minimal melakukan asesmen,” sambung Iwan.
Terkait sarana dan prasarana dalam menghadapi bencana, Iwan menyebut saat ini masih dalam kondisi siap dan aman.
“Kalau peralatan yang rusak pasti ada beberapa. Namun untuk stok peralatan yang bagus juga banyak,” tandasnya.
Sementara itu, Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kendal, Untung Tripuji Hartono menambahkan, pihaknya telah membentuk sekitar 32 Desa Tangguh Bencana (Destana) di titik rawan bencana.
“November ini ada 5 desa yang kita bentuk di daerah Plantungan dan Patean. Jadi jumlahnya sudah ada 32 desa,” ungkapnya.
Ia menyebut telah memasang Early Warning System atau sistem peringatan dini yang bertujuan untuk memberikan informasi kepada masyarakat jika muncul bencana alam di sejumlah wilayah.
“Di Cening satu, Tirtomulyo Plantungan satu, Mojoagung satu, terus di Trompo daerah banjir juga ada, kemudian di Kedungasem Weleri,” sambungnya.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















