KENDAL, Beritajateng.id – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kendal menggelar pelatihan penggunaan Interaktif Flat Panel (IFP) bagi guru sekolah dasar (SD). Pelatihan ini bertujuan meningkatkan kapasitas guru dalam memanfaatkan teknologi digital.
Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Dasar Disdikbud Kendal, Ninik Chaeroni, mengatakan pelatihan tersebut merupakan bagian dari upaya meningkatkan kualitas pembelajaran seiring pemanfaatan sarana teknologi yang telah tersedia di sejumlah sekolah.
“Melalui pelatihan ini kami ingin memastikan para guru tidak hanya mampu mengoperasikan Interaktif Flat Panel, tetapi juga dapat memanfaatkannya secara optimal untuk menciptakan pembelajaran yang lebih menarik, interaktif, dan berpusat pada peserta didik,” ujarnya, Kamis, 2 Juli 2026.
Pelatihan dirancang dengan komposisi 30 persen teori dan 70 persen praktik langsung (hands-on). Dengan metode tersebut, peserta diharapkan lebih mudah memahami sekaligus menguasai penggunaan perangkat IFP.
“Selama tiga hari pelaksanaan, peserta mendapatkan materi mulai dari pengenalan perangkat, prosedur operasional standar, cara perawatan, hingga teknik menghubungkan laptop maupun smartphone ke layar interaktif melalui kabel maupun koneksi nirkabel,” terangnya.
Dalam pelatihan tersebut guru juga mempelajari sistem operasi dan antarmuka IFP, pengelolaan dokumen pembelajaran seperti file PDF, Word, PowerPoint, dan video, serta pengaturan kenyamanan layar untuk mendukung proses belajar mengajar.
“Selain itu, peserta telah berlatih memanfaatkan fitur papan tulis digital, mulai dari penggunaan stylus pen, membuat gambar dan bentuk geometri, menyisipkan gambar, hingga menggunakan fitur multi-touch dan split screen agar beberapa siswa dapat berinteraksi secara bersamaan di layar,” lanjut Ninik.
Pelatihan juga mencakup pemanfaatan browser untuk mengakses video pembelajaran, penggunaan fitur anotasi pada presentasi maupun video, serta berbagai fitur pendukung seperti timer, screen capture, dan screen recording.
Tak hanya aspek teknis, para guru juga dibekali strategi pembelajaran aktif berbasis teknologi melalui pemanfaatan platform interaktif seperti Wordwall, Quizizz, dan Kahoot! untuk meningkatkan keterlibatan siswa dalam proses belajar.
“Teknologi hanyalah alat, yang paling penting adalah bagaimana guru mampu mengemas pembelajaran menjadi lebih menyenangkan, interaktif, dan bermakna bagi anak-anak.” tambah Ninik.
Sebagai bentuk evaluasi, Ninik mengungkap perwakilan peserta melaksanakan micro teaching atau praktik mengajar singkat menggunakan IFP setiap akhir sesi pelatihan.
“Harapannya melalui kegiatan ini dapat meningkatkan kepercayaan diri guru dalam menerapkan teknologi digital di kelas sekaligus menjadi wadah berbagi praktik baik antar peserta,” pungkasnya. (ADV)
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















