SEMARANG, Beritajateng.id – Festival Durian Cempoko Gunungpati akan kembali digelar selama tiga hari, mulai 30 Januari hingga 1 Februari 2026. Agenda tahunan ini akan berlangsung di Shelter Kuliner Cempoko, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang.
Festival tersebut menjadi wadah promosi durian lokal sekaligus ajang kebanggaan bagi petani dan pedagang durian di Gunungpati. Meski produksi panen durian tahun ini mengalami penurunan akibat cuaca, panitia memastikan kegiatan tetap berjalan.
Ketua Panitia Festival Durian Cempoko Gunungpati, Sutarjo, mengatakan festival rutin ini diselenggarakan sebagai bentuk dukungan terhadap petani durian lokal. Menurutnya, kondisi cuaca yang kurang bersahabat tidak menyurutkan semangat masyarakat untuk tetap menggelar festival.
“Festival ini sudah menjadi agenda tahunan dan kebanggaan warga Gunungpati. Meski panen durian tahun ini tidak maksimal karena hujan hampir setiap hari, festival tetap kami laksanakan,” kata Sutarjo, Minggu, 25 Januari 2026.
Berbeda dari tahun sebelumnya, Sutarjo mengungkap festival kali ini tidak menghadirkan kirab budaya. Keputusan tersebut diambil dengan mempertimbangkan faktor cuaca serta aspek keselamatan, khususnya bagi anak-anak yang biasanya terlibat dalam arak-arakan.
Rencananya, festival akan dibuka secara resmi oleh Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti. Sejumlah kegiatan telah disiapkan, di antaranya kontes durian terenak, lomba makan durian tercepat, pelatihan pembuatan pancake durian, senam massal, hingga lomba mewarnai untuk tingkat PAUD.
Untuk lomba makan durian tercepat, jumlah peserta dibatasi maksimal 60 orang. Peserta diwajibkan dalam kondisi sehat dan tidak memiliki riwayat tekanan darah tinggi, serta dikenakan biaya pendaftaran sebesar Rp10 ribu.
“Tahun ini durian sudah kami siapkan di lapak, jadi peserta tidak perlu membuka sendiri agar lebih aman,” jelasnya.
Selain lomba, Sutarjo mengungkap festival juga diramaikan dengan pasar durian yang diisi sekitar 16 lapak. Mayoritas pedagang berasal dari Gunungpati, sementara lainnya datang dari Brongkol, Kabupaten Semarang, Boja, Kendal, serta Mijen.
Keterlibatan pedagang dari luar daerah, menurut Sutarjo bertujuan sebagai pembanding kualitas durian lokal Gunungpati sekaligus mengantisipasi keterbatasan panen tahun ini. Durian unggulan yang ditampilkan antara lain durian Malika dan Monti.
“Panitia tidak menetapkan harga khusus, namun kami siapkan durian dengan harga terjangkau, mulai sekitar Rp100 ribu untuk empat buah,” ujarnya.
Sementara itu, Camat Gunungpati, Ali Ahmadi, menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan festival, termasuk pemberian hadiah untuk kontes durian unggul dengan total Rp6 juta.
“Festival ini diharapkan dapat mengangkat potensi durian lokal Gunungpati sekaligus mendorong pertumbuhan UMKM dan perekonomian masyarakat,” katanya.
Ia menambahkan, meskipun peserta utama berasal dari petani durian Gunungpati, khususnya Kelurahan Cempoko sebagai tuan rumah, panitia tetap membuka ruang partisipasi bagi petani dan pengepul durian dari luar daerah.
Selain durian segar, festival juga menghadirkan aneka kuliner UMKM lokal, penjualan bibit durian unggul, serta berbagai hiburan keluarga yang terbuka untuk masyarakat umum selama tiga hari pelaksanaan.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















