PATI, Beritajateng.id – Sebanyak 68 kelompok tani di Kabupaten Pati mendapatkan bantuan alat mesin pertanian (alsintan) yang disalurkan langsung oleh Anggota Komisis IV DPR RI, Firman Soebagyo pada Sabtu, 29 November 2025.
Kelompok tani penerima bantuan tersebut tersebar di 53 desa pada 15 kecamatan di Kabupaten Pati. Program ini merupakan bagian dari kemitraan Komisi IV DPR RI bersama pemerintah dalam memperkuat sektor pertanian nasional.
Adapun Alsintan yang diberikan meliputi 9 unit traktor roda dua, 4 unit traktor roda empat, 33 unit pompa air 3 inch, 2 unit rice transplanter, serta 105 unit handsprayer listrik.
Dalam kesempatan itu, Firman Soebagyo menekankan pentingnya pemanfaatan dan perawatan Alsintan secara bijak oleh para penerima. Menurutnya, keberadaan alat modern ini harus menjadi penopang produktivitas, sekaligus meringankan biaya operasional petani.
“Penyerahan bantuan alat pertanian ini sudah menjadi program rutin Komisi IV bersama pemerintah. Pemerintah Pak Prabowo Subianto mencanangkan Indonesia mencapai swasembada pangan pada 2027. Hari ini kita sudah mendapat laporan bahwa swasembada pangan telah tercapai, namun tidak boleh berhenti di situ. Kita harus menjaga kesinambungan karena ke depan kita dihadapkan pada anomali cuaca, kekeringan, dan El Nino,” ungkap Firman.
Ia juga mengapresiasi langkah Kabupaten Pati yang mulai menggeser pola tanam dari penggunaan pupuk kimia ke pupuk organik. Menurutnya, lahan pertanian perlu dipulihkan dari kerusakan akibat penggunaan pupuk urea berlebihan.
Sementara itu, Bupati Pati Sudewo, yang turut mendampingi penyaluran, menyampaikan apresiasi atas kepedulian Firman Soebagyo kepada petani di Pati.
“Atas nama petani Kabupaten Pati, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Firman Soebagyo, Anggota Komisi IV DPR RI, yang begitu peduli memberikan bantuan alat pertanian dan selalu peduli terhadap pembangunan di sektor pertanian Kabupaten Pati,” tutur Bupati Sudewo yang hadir didampingi istrinya, Atik Kusdarwati.
Ia optimis, dengan bantuan alat pertanian tersebut dapat mempercepat atau mengoptimalkan pembangunan pertanian.
“Saat ini Kabupaten Pati berupaya meningkatkan kesejahteraan petani dengan target produksi padi minimal 10 ton per hektare, dan itu bisa tercapai dengan bantuan alat pertanian ini,” imbuh Sudewo.
Ia berpesan kepada kelompok tani agar bantuan Alsintan dari Firman Soebagyo dirawat dengan baik, tidak dikomersialkan, dan diprioritaskan untuk kebutuhan petani di desa masing-masing. Jika kebutuhan desa sudah terpenuhi, barulah boleh dipinjamkan ke desa lain.
Menurut Sudewo, dorongan Alsintan ini menjadi kunci untuk mendongkrak produktivitas pertanian dan memastikan Pati tetap menjadi salah satu lumbung pangan di Jawa Tengah.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















