PATI, Beritajateng.id – Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra berencana mengadakan event mingguan Car Free Day (CFD) di kawasan Alun-Alun Kembangjoyo. Hal ini ia ungkap saat menggelar program Jumat Bersih di alun-alun tersebut, Jumat, 13 Februari 2026.
Selain itu, ia menjanjikan perbaikan dan pemeliharaan alun-alun yang ada di Kelurahan Kalidoro itu dilangsungkan secara rutin. Cara ini menurutnya sebagai bentuk support Pemerintah Daerah (Pemda) terhadap Pedagang Kaki Lima (PKL) di Alun-Alun Kembangjoyo.
“Alun-Alun Kembangjoyo setiap minggu genap akan kami adakan Car Free Day, jadi pentas seni anak-anak SMP-SD juga kita arahkan ke sini. Di minggu ganjil Car Free Day tetap di jalan Alun-Alun Simpang Lima dan Jalan Sudirman,” ungkapnya.
Pihaknya optimis, CFD bisa direalisasikan pasca hari raya idulfitri 2026 khususnya pada pekan genap atau minggu kedua dan keempat. Sedangkan, Alun-Alun Simpang Lima Pati dan Jalan Panglima Sudirman menjadi lokasi CFD pada pekan ganjil.
“Minggu genap di sini, kita laksanakan setelah Lebaran di sini untuk meramaikan Alun-Alun Kembangjoyo ini,” ucapnya.
Chandra berharap, rencana ini bisa segera terealisasi sehingga bisa menghidupkan kembali kawasan yang semula dijadikan pusat kuliner dan oleh-oleh khas Kabupaten Pati, namun saat ini masih sepi.
Wacana ini disambut kegembiraan oleh para PKL yang berjualan di Alun-Alun Kembangjoyo. Adanya kerja bakti dari jajaran Pemkab Pati hari ini memotivasi mereka untuk tetap bertahan di tengah nasib yang tak menentu.
Menurut Thukul selaku Ketua Paguyuban PKL Alun-Alun Kembangjoyo, peran serta Pemkab Pati sangat dibutuhkan dalam kondisi tersebut. Sehingga ia berharap suasana alun-alun kembali menjadi ramai seperti dulu.
“Sangat senang sekali dan sangat mendukung karena situasi seperti ini sulit berkembang tanpa campur tangan Pemda. Sudah dua hari ini sejak kemarin membersihkan lapak yang tidak rapi, spanduknya usang dan robek kemarin di bersihkan PKL relokasi. Dan ditunjukkan gerakan Jumat Bersih sangat menandakan bahwa Pemda mendukung keberadaan kami yang nasibnya tidak menentu,” paparnya.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















