PATI, Beritajateng.id – Sejumlah petani dari wilayah Desa Baturejo, Kecamatan Sukolilo, mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati segera melakukan normalisasi pada Sungai Silugonggo yang melintasi daerah tersebut.
Permintaan ini disampaikan oleh perwakilan petani, Muhammad Soleh, dalam audiensi bersama DPRD dan DPUTR Pati di ruang sidang paripurna, Kamis, 30 Juli 2026. Soleh menuturkan kondisi sungai itu memprihatinkan karena sangat dangkal.
Menurutnya janji normalisasi yang berulang kali disampaikan oleh calon pejabat nyatanya sampai sekarang tak kunjung direalisasikan. Padahal pendangkalan dan sedimentasi sungai telah mengakibatkan area persawahan di sekitar Sungai Silugonggo menjadi gagal panen.
“Saya ingin menagih janji, sejak dulu sungai ini bakal segera dikeruk. Kalau musim hujan kan kebanjiran, ini nyata. Mau tanam ambil hutang, tapi kalau mau panen malah kebanjiran. Padahal sejak dulu itu dijanjikan bakal dikeruk,” kata Soleh.
Menanggapi aspirasi dari petani ini, Kepala DPUTR Pati Riyoso, berjanji bakal segera melakukan normalisasi Sungai Silugonggo. Saat ini pihaknya sudah membeli dia alat berat jenis ekskavator untuk menyelesaikan masalah pendangkalan sungai itu.
Nantinya setelah ekskavator tersedia, pihaknya melalui bidang Sumber Daya Air (SDA) bakal segera berkoordinasi bersama dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) untuk segera melaksanakan normalisasi.
“Kemarin itu kami anggarkan ekskavator 3, yang 2 sudah kami beli dan akan segara datang dan yang 1 nanti di perubahan (APBD 2026) karena adanya perubahan harga. Khusus Sungai Bombong nanti setelah ekskavator datang nanti kami komunikasi bersama BBWS. Nanti punya kita akan kita terjunkan dan sudah saya perintahkan Kabid SDA,” kata Riyoso.
Secara keseluruhan, ia menuturkan DPUTR Pati telah melakukan normalisasi di sebanyak 27 titik. Untuk normalisasi di Sungai Bombong, pihaknya juga telah mendapatkan aspirasi dari petani untuk segera ditangani.
“Kita sudah melakukan normalisasi di 27 titik di tahun 2026 ini. Untuk Sungai Bombong sudah dikirim tanggal 21 Juli, maka kami tim SDA komunikasi bersama BBWS nanti akan kami tangani,” tandas Riyoso.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















