REMBANG, Beritajateng.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang melalui Dinas Kesehatan terus mengawal pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Kepala Dinkes Rembang, dr. Ali Syofii mengatakan, pengawalan meliputi kesiapan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), sarana dan prasarana, hingga seleksi kesehatan lingkungan.
Ia mengungkap saat ini ada 34 SPPG yang siap beroperasi di Rembang. Dari jumlah tersebut, 17 SPPG sudah memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS), 2 masih diproses Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) dan 15 lainnya masih melengkapi persyaratan.
“Terkait dengan upaya percepatan penerbitan SLHS manual kami sudah bekerja sama dengan DPMPTSP, jadi kita melakukan rekomendasi kepada DPMPTSP untuk dapat diterbitkan SLHS manual,” jelasnya, Senin, 10 November 2025.
Selain itu, pihaknya mendorong para penjamah makanan agar mendapatkan pelatihan keamanan pangan agar kualitas makanan yang disajikan tetap terjamin. Serta melakukan pengawasan secara berkala dengan menugaskan tim puskesmas.
“Harapan kami, MBG ini benar-benar berdampak positif terhadap peningkatan gizi anak-anak, dan risiko seperti keracunan bisa diminimalisir,” tegasnya.
Sementara itu, Bupati Harno menegaskan koordinasi dengan Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) dilakukan agar MBG berjalan maksimal.
“Saya sudah langsung komunikasi dengan pihak SPPI agar MBG di Rembang bisa lebih maksimal. Kami berharap dapur-dapur yang sudah siap bisa segera operasional,” katanya saat kunjungan ke SD 1 Kutoharjo, Senin, 10 November 2024.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















