SALATIGA, Beritajateng.id – Sebanyak dua bayi dikonfirmasi terkena Human Immunodeficiency Virus (HIV) yang lahir dari ibu dengan status Orang Dengan HIV (ODHIV) di Salatiga pada 2025.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Salatiga, Prasit Al Hakim mengungkapkan, penularan HIV dari ibu ke anak sebenarnya dapat dicegah. Oleh karena itu, pemeriksaan HIV sejak awal kehamilan sangat penting dan akan diperkuat.
“Jika ada temuan, yang bersangkutan segera mendapat pendampingan dan terapi ARV. Sehingga, penularan dari ibu ke bayi bisa dicegah,” katanya, Senin, 5 Januari 2026.
Pihaknya memastikan layanan HIV di Salatiga tersedia dan mudah diakses. Saat ini terdapat 14 fasilitas kesehatan penyedia tes HIV dan 12 fasilitas kesehatan layanan terapi ARV (Antiretroviral).
“ARV tersedia dan cukup,” tegas Prasit.
Dalam upaya pencegahan penularan dan deteksi dini HIV, Prasit mengungkap Pemerintah Kota Salatiga juga terus memperkuat kolaborasi lintas sektor. Hal itu termasuk pencegahan penularan dari Ibu ke anak.
“Ini bagian dari komitmen menuju zero AIDS 2030,” ujarnya.
Selain penularan ibu ke anak, Dinkes menyebut seks bebas masih menjadi penyumbang terbesar kasus HIV/AIDS, terutamanya pada kelompok hubungan sejenis LSL. Data menunjukkan, temuan kasus baru bersifat fluktuatif, dengan 78 kasus ditemukan sepanjang Januari–Oktober 2025.
Dari sisi penemuan kasus, terdapat kesenjangan antara estimasi dan temuan. Dari estimasi 1.055 kasus HIV/AIDS, hingga Oktober 2025 baru 653 kasus atau 62 persen yang berhasil ditemukan.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















