SALATIGA, Beritajateng.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Salatiga melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) memastikan perbaikan jalan tak terganggu kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dan material aspal.
Plt Kepala DPUPR Kota Salatiga, Suparli, menuturkan pihaknya telah menyiapkan strategi khusus agar perbaikan jalan tetap berjalan maksimal tanpa mengurangi kualitas. Pihaknya pun telah menyediakan kebutuhan aspal yang cukup untuk pemeliharaan rutin jalan.
“Untuk aspal kita sudah mengantisipasi dengan memiliki stok aspal yang cukup untuk pekerjaan pemeliharaan rutin jalan. Sedangkan untuk BBM secara anggaran masih mencukupi walaupun kita berusaha untuk tetap melakukan efisiensi tanpa mengurangi kinerja pemeliharaan rutin jalan,” terangnya, Selasa, 12 Mei 2026.
Menurut Suparli, hingga saat ini belum ada pengurangan target pekerjaan maupun proyek pemeliharaan jalan yang terdampak akibat kenaikan harga BBM dan aspal. Prediksi anggaran yang tersedia juga masih dinilai aman untuk mendukung seluruh pekerjaan pemeliharaan rutin.
“Sampai saat ini kita belum ada penyesuaian atau pengurangan target pemeliharaan rutin jalan. Prediksi kami anggaran masih mencukupi,” jelasnya.
Untuk menekan penggunaan BBM, DPUPR menerapkan sistem zonasi dalam pengerjaan perbaikan jalan. Pekerjaan dikelompokkan berdasarkan wilayah yang berdekatan agar mobilisasi alat, tenaga kerja, dan material menjadi lebih efisien.
“Kita kelompokkan pekerjaan pemeliharaan secara zonasi, yaitu wilayah atau lokasi yang berdekatan agar mobilisasi alat, tenaga, dan material bisa lebih efisien dalam penggunaan BBM,” jelasnya.
Selain itu, pihaknya juga menyiapkan alternatif material berupa aspal instan CPHMA guna mendukung percepatan penanganan jalan rusak di berbagai titik.
“Kita telah menyiapkan stok berupa aspal instant CPHMA untuk pekerjaan pemeliharaan rutin jalan,” imbuhnya.
Meski melakukan efisiensi, Suparli memastikan kualitas pekerjaan jalan tetap menjadi prioritas utama. Efisiensi dilakukan pada pola pengerjaan dan distribusi material tanpa mengurangi mutu hasil pekerjaan di lapangan.
“Kita tetap menjaga kualitas. Kalau pun kita harus melakukan efisiensi, kami tidak mengurangi kualitas dari pekerjaan pemeliharaan rutin jalan yang kita laksanakan,” tegasnya.
DPUPR juga memprioritaskan perbaikan jalan berdasarkan tingkat kerusakan dan volume lalu lintas kendaraan. Namun pengerjaan tetap dilakukan bersamaan pada ruas jalan rusak di area terdekat agar lebih efektif dan cepat selesai.
“Kami prioritaskan jalan dari tingkat kerusakannya dan atau traffic yang besar, bersamaan kita kerjakan juga jalan rusak di area-area terdekat,” pungkasnya.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















