REMBANG, Beritajateng.id – Dua veteran asal Kabupaten Rembang hadir dalam upacara peringatan Hari Pahlawan 2025 yang digelar di halaman Kantor Bupati Rembang pada Senin, 10 November 2025.
Keduanya yakni akrab disapa Mbah Trimo dan Sugeng Riyadi. Dalam kesempatan itu, masing-masing dari keduanya memberikan pesan kepada para generasi muda Kabupaten Rembang.
Mbah Trimo, veteran yang pernah berjuang di Timor Timur pada tahun 1975, berpesan agar pemuda terus meningkatkan pendidikan dan melestarikan semangat perjuangan.
“Tingkatkan pendidikan, ikuti perkembangan demokrasi, dan lestarikan perjuangan ’45. Karena semangat itulah satu-satunya warisan berharga yang kita miliki,” tuturnya.
Sementara itu, Sugeng Riyadi menegaskan pentingnya menanamkan semangat bela negara dalam diri generasi muda.
“Sekarang pelajaran bela negara tidak setajam dulu, tapi saya harap para pemuda tetap semangat mengisi kemerdekaan. Saya dulu ikut mengusir penjajah Portugis di Timor tahun 1975,” ujarnya.
Diketahui, upacara peringatan Hari Pahlawan ini berlangsung khidmat dengan diikuti jajaran Forkopimda, ASN, perwakilan OPD, mahasiswa, serta pelajar dari berbagai sekolah di Kabupaten Rembang.
Bertindak sebagai inspektur upacara, Bupati Harno membacakan amanat Menteri Sosial RI yang menekankan pentingnya meneladani nilai perjuangan para pahlawan bangsa.
“Para pahlawan mengajarkan kepada kita bahwa kemerdekaan tidak jatuh dari langit. Kemerdekaan lahir dari kesabaran, keberanian, kejujuran, kebersamaan, dan keikhlasan,” ucapnya.
Dalam amanat itu, terdapat tiga teladan utama dari para pahlawan yang relevan dengan kondisi bangsa saat ini, yaitu kesabaran, semangat mengutamakan kepentingan bangsa, serta pandangan jauh ke depan.
Bupati Harno menegaskan, kesabaran para pahlawan dalam menempuh perjuangan menjadi kunci lahirnya kemerdekaan.
“Mereka sabar menempuh ilmu, sabar menyusun strategi, dan sabar membangun kebersamaan di tengah segala keterbatasan,” lanjutnya.
Selain itu, menurutnya para pahlawan juga mewariskan semangat untuk mendahulukan kepentingan bangsa diatas segalanya. Setelah kemerdekaan diraih, mereka tidak mencari jabatan atau balasan, melainkan kembali mengabdi kepada rakyat.
Sementara itu, ia menjelaskan pandangan jauh ke depan para pahlawan menjadi modal besar bagi generasi saat ini untuk melanjutkan cita-cita bangsa.
“Di masa kini, perjuangan tidak lagi dengan bambu runcing, melainkan dengan ilmu, empati, dan pengabdian,” kata Bupati Harno.
Ia menambahkan, semangat perjuangan itu sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto yang menekankan penguatan ketahanan nasional, peningkatan pendidikan, dan pembangunan manusia Indonesia yang berdaya.
“Hari ini, mari kita bersyukur dan berjanji bahwa kemerdekaan ini tidak akan sia-sia. Kita akan melanjutkan perjuangan para pahlawan dengan bekerja lebih keras, berpikir lebih jernih, dan melayani lebih tulus,” pungkasnya.
Jurnalis: Muhammad Faalih
Editor: Tia















