SEMARANG, Beritajateng.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang belum bisa membangun kembali jembatan darurat atau Jembatan Metro 2 di Meteseh, Kecamatan Tembalang, usai hanyut akibat derasnya aliran Sungai Babon.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang Suwarto mengungkap, pihaknya belum menerima laporan resmi terkait kerusakan jembatan tersebut.
Selain itu, ia mengungkap jembatan tersebut sebelumnya dibangun secara swadaya oleh masyarakat tanpa izin dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali-Juana maupun Pemkot Semarang. Sehingga pihaknya belum bisa melakukan perbaikan.
“Jembatan itu dibangun secara swadaya dan belum melalui kajian teknis, serta pembangunannya tidak diketahui pemerintah,” ujarnya, Kamis, 13 November 2025.
Ia menjelaskan, karena jembatan itu melintasi Sungai Babon yang menjadi kewenangan BBWS Pemali-Juana, maka setiap pembangunan infrastruktur di atas sungai tersebut harus memperoleh izin dan rekomendasi dari instansi tersebut.
“Sungai Babon berada dibawah kewenangan BBWS Pemali-Juana. Jadi kalau nanti akan dibangun jembatan permanen, kami perlu izin pemanfaatan aset sungai dari BWS,” jelasnya.
Hingga kini belum ada usulan resmi untuk pembangunan jembatan di lokasi tersebut pada tahun anggaran 2026. Namun, pihaknya berencana melakukan kajian Feasibility Study dan Detail Design (FSDD) terlebih dahulu untuk menilai kelayakan pembangunan.
“Kalau hasil kajian nanti menunjukkan jembatan itu merupakan akses vital dan layak dibangun, baru bisa diusulkan pada anggaran tahun 2027. Tahun 2026 ini kami masih tahap kajian,” tuturnya.
Terkait jembatan darurat yang hanyut, ia menilai konstruksi swadaya tersebut tidak memenuhi standar teknis terutama dalam hal kekuatan terhadap arus deras sungai.
“Secara teknis, jembatan itu tidak memenuhi standar keselamatan dan tidak mempertimbangkan kekuatan arus sungai,” terangnya.
Untuk sementara, penanganan di lapangan diserahkan kepada pihak kelurahan dan kecamatan, mengingat belum ada izin teknis dari BBWS. Namun, ia mengizinkan apabila masyarakat hendak membangun jembatan darurat lagi secara mandiri.
“Kalau warga mau membangun kembali secara swadaya, silakan. Pemerintah belum bisa ikut campur karena belum ada rekomendasi teknis. Pemerintah tentu ingin membantu, tapi tetap harus sesuai aturan,” tandasnya.
Sementara itu, Anggota DPRD Kota Semarang dari Fraksi PKS, Dini Inayati mendorong Pemkot agar segera membangun kembali Jembatan Metro 2 yang hanyut tersebut.
Menurutnya, jembatan penghubung antara Kelurahan Meteseh dan Rowosari itu merupakan akses penting bagi masyarakat karena menunjang aktivitas ekonomi, sosial, dan juga membantu mengurangi kemacetan di kawasan Metro.
“Jembatan ini sangat dibutuhkan warga. Kami berharap Pemkot dapat memfasilitasi pembangunan kembali dengan jembatan permanen,” ujarnya.
Ia menambahkan, pihaknya telah berkoordinasi dengan DPU dan Camat Tembalang terkait aspirasi warga, serta berkomitmen untuk terus mengawal rencana pembangunan tersebut.
“Kami akan terus mendorong Pemkot agar pembangunan jembatan permanen ini bisa segera direalisasikan demi kelancaran mobilitas dan keselamatan warga Tembalang,” pungkasnya.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















