PEKALONGAN, Beritajateng.id – Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pekalongan, Sukirman, mengingatkan para camat dan kepala desa untuk menjaga kondusifitas wilayah menjelang pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades).
Pesan tersebut disampaikan saat menghadiri Halal Bihalal dan forum konsolidasi Paguyuban Bahurekso di Hotel Grand Dian, Wiradesa, Rabu, 15 April 2026. Kegiatan ini turut dihadiri kepala desa (kades) dan lurah se-Kabupaten Pekalongan.
“Kami meminta para kepala desa untuk tetap proaktif merangkul warga, memberikan penjelasan yang transparan mengenai keterbatasan anggaran, dan membuktikan kinerja melalui pelayanan nyata seperti penanganan kesehatan dan bantuan sosial. Jangan biarkan isu administratif dipolitisasi untuk mengganggu stabilitas desa,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Sukirman juga mengapresiasi kontribusi kades dalam menekan angka stunting, meningkatkan pertumbuhan ekonomi, serta menurunkan angka pengangguran dan kemiskinan sepanjang 2025.
Selain membahas situasi menjelang Pilkades, kegiatan tersebut juga menjadi ajang penyamaan persepsi terkait kebijakan efisiensi anggaran tahun 2026. Sukirman mengungkap keterbatasan fiskal mendorong pemerintah daerah bersama DPRD untuk melakukan penghematan belanja, termasuk membatalkan pembangunan gedung baru DPRD.
Anggaran yang semula dialokasikan untuk proyek tersebut, kata dia, kini dialihkan sepenuhnya ke sektor infrastruktur, khususnya perbaikan jalan. Menurutnya, infrastruktur jalan memiliki peran strategis dalam mendukung berbagai program pembangunan.
“Situasi anggaran saat ini memang cukup berat, namun kita tidak boleh berhenti. Kita harus mengubah etos kerja dan mencari solusi kreatif. Prioritas kita saat ini adalah infrastruktur, karena jalan adalah etalase pembangunan,” kata Sukirman.
Ia menambahkan, Pemerintah Kabupaten Pekalongan menargetkan tahun 2027 sebagai “Tahun Infrastruktur”. Dengan estimasi kebutuhan anggaran sekitar Rp300 miliar untuk perbaikan ruas jalan di seluruh wilayah, pihaknya berencana melakukan perbaikan secara bertahap dimulai tahun ini melalui mekanisme efisiensi anggaran.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















