KUDUS, Beritajateng.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus mempercepat pengerjaan proyek renovasi lantai Gedung Olahraga (GOR) Bung Karno. Progres proyek dengan anggaran Rp1,1 miliar dari APBD Kudus itu kini telah mencapai 75 persen.
Renovasi GOR Bung Karno diharapkan mampu meningkatkan kualitas sarana olahraga di Kota Kretek. Hal ini karena Pemkab Kudus memilih menggunakan lantai Parquet yang sesuai standar Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi).
Pengawas proyek, Mulyanto mengungkapkan pengerjaan dimulai sejak 12 September 2025. Pihaknya menargetkan renovasi GOR Bung Karno ini akan rampung pada 24 Desember 2025 sesuai kontrak.
Meski sempat mengalami keterlambatan pengiriman material, kata dia, pihak pelaksana optimistis target tetap bisa terpenuhi.
“Progres lantai saat ini sudah 75 persen. Kemarin memang ada keterlambatan barang sehingga sempat minus progres sekitar 0,75 persen. Tapi sekarang material sudah sampai dan kami kebut agar selesai sesuai kontrak,” ujarnya saat ditemui di lokasi proyek, Rabu, 3 November 2025.
Ia menjelaskan, pemasangan lantai Parquet dilakukan dengan tiga lapisan, yakni rubber sebagai peredam, triplek sebagai penguat, dan lapisan utama Parquet. Untuk mengejar target penyelesaian, pekerja bahkan harus lembur hingga malam hari.
“Kami upayakan selesai lebih cepat. Target internal sekitar 15 Desember sudah tuntas karena lapangan akan digunakan untuk agenda kegiatan olahraga,” imbuhnya.
Menurut Mulyanto, pemilihan Parquet tidak hanya soal estetika, tetapi juga kualitas permainan. Material ini dinilai mampu menjaga stabilitas pantulan bola dan menjadi standar lapangan basket internasional, sehingga cocok untuk penyelenggaraan turnamen resmi.
Sementara itu, Kepala Bidang Olahraga Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga Kabupaten Kudus, Widhoro Heriyanto menegaskan, rehabilitasi lantai dilakukan secara menyeluruh dengan material Parquet bersertifikasi Perbasi.
“Produk Parquet yang digunakan berasal dari Rajawali Bandung dan telah memenuhi standar,” katanya.
Ke depan, GOR Bung Karno diproyeksikan sebagai pusat kegiatan olahraga indoor seperti basket, voli, dan futsal. Namun, ia menegaskan gedung tersebut tidak diperuntukkan sebagai lokasi konser demi menjaga kualitas lantai.
“Sayang kalau untuk konser. Lebih baik difungsikan sesuai peruntukannya sebagai sarana olahraga,” tegas Widhoro.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















