KENDAL, Beritajateng.id – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kendal menggelar Sarasehan Budaya dengan tema “Dinamika Pelestarian Kebudayaan Lokal Daerah”, baru-baru ini.
“Sarasehan budaya ini merupakan salah satu ajang silaturahmi antara pemerintah daerah dan para pelaku kebudayaan di Kabupaten Kendal yang rutin dilaksanakan setiap tahun,” kata Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Kendal, Nurul Farida, Kamis 4 Desember 2025.
Kegiatan ini dihadiri oleh dewan kesenian, komunitas teater, ketua sanggar tari, MLKI, Pepadi, Permadani, masyarakat suku kalang, pegiat cagar budaya dan lain sebagainya.
“Forum sarasehan ini bertujuan untuk menjalin komunikasi yang hangat dan sinergi dalam upaya kita untuk memperkuat kebudayaan, khususnya di tingkat lokal,” ungkapnya.
Nurul menambahkan, pelestarian kebudayaan lokal daerah merupakan salah satu amanat dalam UU Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan. Menurutnya pelestarian budaya lokal tidak hanya sekedar tentang fasilitasi kegiatan namun juga mencakup pembinaan kreativitas dan kolaborasi bersama.
“Perlu adanya sentuhan kreatif untuk mengembangkan suatu karya budaya,” tambahnya.
Pada kesempatan tersebut, Disdikbud Kendal mendatangkan narasumber dari Universitas PGRI Semarang, Bambang Sulanjari.
Bambang menjelaskan, kearifan lokal merupakan perangkat pandangan hidup, ilmu pengetahuan, dan strategi kehidupan yang berwujud dalam aktivitas kebudayaan masyarakat.
“Kearifan lokal tercermin misalnya dalam kesenian tradisional seperti ketoprak, macapat, gamelan dan lain-lain. Dimana tidak hanya berfungsi sebagai hiburan tetapi juga sebagai sarana pendidikan moral dan sosial,” pungkasnya.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















