PATI, Beritajateng.id – Longsor terjadi di Dukuh Beru, Desa Jrahi, Kecamatan Gunungwungkal pada Minggu petang, 14 Desember 2025. Akibatnya, satu rumah warga mengalami kerusakan berat akibat tertimpa material longsor.
Material longsoran sepanjang sekitar 14 meter menghantam bagian depan rumah milik Soleh. Hal itu mengakibatkan tembok jebol, kursi dan meja ruang tamu tertimbun tanah, serta salah satu tiang penyangga rumah nyaris putus.
Sekretaris Desa Jrahi, Pitono, membenarkan peristiwa nahas tersebut. Ia menceritakan bencana longsor terjadi sekitar pukul 17.00 WIB saat hujan turun dengan intensitas tinggi sejak siang hingga menjelang sore.
“Tiba-tiba terdengar suara gemuruh. Setelah dicek, ternyata pekarangan milik Ibu Suparti longsor dan menimpa rumah Pak Soleh. Yang terdampak rumah Pak Soleh. Bagian depan sampai ruang tamu rusak parah. Untuk rumah di atas tidak rusak, hanya sandarannya saja,” jelasnya, Senin 15 Desember 2025.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Saat kejadian, Soleh sedang memandikan cucunya di kamar mandi yang berada di bagian belakang rumah.
“Pemilik rumah kebetulan sedang memandikan cucunya di belakang, Alhamdulillah selamat,” tambah Pitono.
Meski tidak menelan korban, kerugian akibat kejadian ini ditaksir mencapai ratusan juta rupiah. Untuk sementara waktu, Soleh dan keluarganya mengungsi di rumah tetangga yang dinilai lebih aman.
“Sekarang mengungsi. Rencananya besok akan dilakukan kerja bakti bersama warga dengan pendampingan Babinsa dan Bhabinkamtibmas,” tandasnya.
Disisi lain Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pati Martinus Prasetya, mengimbau kepada masyarakat yang tinggal di lereng timur Gunung Muria untuk waspada terhadap bencana tanah longsor yang sering terjadi di musim penghujan ini.
“Tanah longsor yang harus diwaspadai itu di Gembong, Tlogowungu, Cluwak, dan Gunungwungkal. Ketika air turun deras durasinya panjang, maka longsor,” kata Martinus.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















