SALATIGA, Beritajateng.id – Kapolda Jawa Tengah (Jateng) Irjen Pol Ribut Hari Wibowo meresmikan Museum Polres Salatiga, Senin, 29 Desember 2026. Museum ini dibangun sebagai simbol keterbukaan informasi dan upaya memperkuat kepercayaan publik terhadap institusi Polri.
“Museum ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat menyimpan koleksi sejarah. Namun juga menjadi ruang edukatif masyarakat untuk mengenali jejak pengabdian Polri dari masa ke masa,” kata Kapolda saat meresmikan museum Polres Salatiga yang berada di Jalan Diponegoro itu.
Kapolda mengatakan, keterbukaan sejarah menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan masyarakat. Karena itu, museum tersebut bukan sekadar menyimpan benda bersejarah, tetapi menjadi ruang pembelajaran nilai pengabdian, integritas, dan profesionalisme Polri.
“Kami berharap masyarakat dapat melihat perjalanan institusi Polri dengan lebih dekat. Dengan demikian lahir kepercayaan dan pemahaman yang lebih kuat,” ujarnya.
Kapolda Jateng mengajak jajaran Polres Salatiga terus mengembangkan museum agar semakin lengkap dan relevan dengan perkembangan zaman. Ia juga membuka peluang bagi anggota Polri yang memiliki koleksi sejarah untuk menyumbangkan benda tersebut demi memperkaya dokumentasi museum.
“Anggota (polisi) yang mempunyai koleksi sejarah, silakan menyumbangkannya ke museum. Kita bangun ruang ini bersama sebagai warisan generasi Polri berikutnya,” ucapnya.
Sementara itu, Kapolres Salatiga AKBP Veronica menjelaskan, museum tersebut menampilkan peralatan dinas tempo dulu, dokumentasi operasi kepolisian, hingga arsip perjalanan Polres Salatiga. Menurutnya, koleksi yang tersaji merupakan bagian dari proses transparansi kepada masyarakat mengenai bagaimana Polri bekerja dan berkembang.
“Kehadiran museum menjadi langkah Polres Salatiga membuka ruang komunikasi publik melalui pendekatan historis dan edukatif. Diharapkan, museum ini mampu menjembatani pemahaman antara masyarakat dan institusi kepolisian secara lebih humanis,” terangnya.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















