PEKALONGAN, Beritajateng.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan akan memaksimalkan operasional Tempat Pengelolaan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) untuk menangani masalah sampah.
Saat diwawancarai usai menghadiri Pelantikan Direktur Perumda Tirtayasa Periode 2026–2031 di Ruang Buketan Setda Kota Pekalongan, Senin, 5 Januari 2026, Wali Kota Pekalongan, Achmad Afzan Arslan Djunaid mengatakan saat ini pengelolaan sampah baru mencapai 50-60 persen.
“Sekarang pengelolaan sampah di Kota Pekalongan sudah 50–60 persen. Itu sudah kita maksimalkan. Tapi itu belum termasuk beberapa TPS3R yang kita bangun dan baru kita resmikan, bahkan ada yang belum operasional,” ujar Aaf, sapaan akrabnya.
Jika seluruh TPS3R sudah berjalan, Aaf mengaku optimis pengelolaan sampah dapat meningkat menjadi 70–80 persen. Menurutnya, angka tersebut sudah sangat baik, meski mencapai 100 persen dinilai masih sulit karena menyangkut kesadaran masyarakat.
Di sisi lain, keterbatasan anggaran menjadi tantangan tersendiri. Pemkot Pekalongan kini menghadapi penurunan Dana Alokasi Umum (DAU) yang berdampak pada berkurangnya porsi pembiayaan pengelolaan sampah.
“Harapannya ada dukungan program dari Pemerintah Pusat. Karena DAU kita sangat berkurang, otomatis anggaran pengelolaan sampah juga tidak bisa maksimal. Jadi harus kombinasi dengan provinsi, termasuk kerja sama dengan investor,” jelasnya.
Aaf mengungkap sejumlah investor, baik dari dalam maupun luar negeri seperti China, Malaysia, dan Singapura, telah melakukan presentasi tawaran kerja sama. Namun pihaknya memilih tetap berhati-hati dan tidak ingin bergantung sepenuhnya pada investasi asing karena prosesnya dinilai memerlukan waktu cukup panjang.
“Proses tetap kita jalankan. Jangan sampai bergantung pada investor luar negeri yang prosesnya masih lama. Mudah-mudahan ada jalan keluar terbaik untuk permasalahan sampah ini,” tegasnya.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















