KENDAL, Beritajateng.id – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kendal menyiapkan langkah mitigasi dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi. Sebab, cuaca ekstrem di wilayah ini diprediksi masih berlangsung hingga sepekan mendatang.
Sekretaris BPBD Kendal, Ahmad Huda Kurniawansyah menjelaskan, dinamika atmosfer yang sedang aktif di wilayah Indonesia berpotensi menyebabkan hujan lebat termasuk di Kabupaten Kendal, terutama pada periode tanggal 12 -14 Januari 2026.
“Untuk meminimalkan potensi dampak bencana hidrometeorologi yang mungkin terjadi, kami terus melakukan langkah-langkah mitigasi dan antisipasi, seperti peningkatan kewaspadaan masyarakat, pemantauan kondisi sungai, drainase, daerah rawan longsor dan banjir serta koordinasi dengan pihak terkait,” ujar Huda, Selasa, 13 Januari 2026.
Sementara itu, Kasi Kedaruratan BPBD Kendal Iwan Sulistyo menyampaikan pihaknya telah menyiapkan beragam sarana prasarana seperti peralatan untuk tanggap darurat dan evakuasi.
“Kami sudah menyiapkan peralatan-peralatan untuk penanganan banjir, tanah longsor, juga angin puting beliung seperti yang kemarin terjadi. Alat-alat seperti Senso atau gergaji mesin, perahu hingga personel sudah kita siapkan,” ungkap Iwan.
Selain itu, Iwan mengungkap pihaknya juga menyiapkan logistik, mendirikan posko siaga 24 jam dan lain sebagainya dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi.
“Kita sudah menyiapkan kekuatan logistik. Semisal suatu saat itu akan dibutuhkan, juga untuk meringankan beban dari para korban terdampak bencana,” terangnya.
Berdasarkan data BMKG, Iwan menjelaskan puncak cuaca ekstrem diprediksi akan terjadi pada bulan Februari 2026.
“Diprediksi pertengahan Februari. Potensi bencana yang dimungkinkan terjadi di Kendal banjir, longsor, puting beliung, dan rob,” tambahnya.
Ia berpesan kepada seluruh masyarakat di Kabupaten Kendal untuk meningkatkan kewaspadaan dan selalu mengikuti update perkembangan cuaca melalui media sosial BPBD Kendal.
“Kita selalu mengirimkan informasi terkait cuaca yang kita upload di media sosial. Kami juga berpesan agar masyarakat meningkatkan kewaspadaan dini di lingkungan sekitar,” pesan Iwan.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















