KUDUS, Beritajateng.id – Cuaca ekstrem di Kawasan Muria membuat sebagian wilayah Kabupaten Kudus terendam banjir dan terjadi bencana tanah longsor. Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kudus, banjir masih melanda 32 desa di 6 kecamatan pada Rabu, 14 Januari 2026.
Sementara bencana tanah longsor terjadi di 14 desa dari tiga kecamatan yang ada di Kabupaten Kudus. Selain itu, BPBD setempat juga mencatat berbagai kejadian laka air maupun pohon tumbang yang terjadi akibat adanya cuaca ekstrem beberapa hari terakhir.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kudus, Jatmiko Muhardi Setiyanto mengatakan, meski dihantam cuaca ekstrem yang mengakibatkan bencana di sejumlah titik, kondisi perekonomian Kota Kretek saat ini dipastikan masih terkendali.
“Ekonomi di Kudus jelas terdampak dengan kondisi cuaca ekstrem saat ini karena sebagian besar kegiatan masyarakat tidak jalan. Akan tetapi, kondisi perekonomian di Kudus masih terkendali,” katanya.
Ia mengatakan, kebutuhan pokok masyarakat di Kabupaten Kudus masih bisa terpenuhi. Meskipun, pasokan kebutuhan pokok seperti sembako mengalami sedikit ketersendatan.
“Kebutuhan masyarakat masih bisa terpenuhi meskipun agak tersendat sedikit karena kondisi distribusi yang agak terganggu,” ungkapnya.
Ia pun mengatakan bahwa ketersediaan bahan-bahan pokok di pasar masih stabil. Pedagang di pasar masih bisa menjual bahan-bahan pokok yang menjadi kebutuhan dasar bagi masyarakat.
“Kebutuhan barang-barang di pasar masih ada, jadi tidak mengkhawatirkan. Pedagang masih bisa menjual barang-barang dagangannya seperti biasa,” katanya.
Jatmiko menambahkan, terkait sektor pariwisata saat ini juga tidak ada penurunan jumlah wisatawan secara signifikan. Khususnya untuk wilayah di Kawasan Wisata dan Makam Sunan Muria.
“Meskipun terjadi longsor di dekat pintu masuk wisata Colo, tapi wisatawan tetap banyak yang datang ke Kawasan Wisata dan Makam Sunan Muria. Ini karena mereka masih bisa mengakses melalui sisi timur atau dari arah Pati untuk kendaraan besar. Sedangkan kendaraan kecil seperti shuttle, mobil dan motor masih bisa melewati pintu masuk dari barat,” pungkasnya.
Pihaknya berharap kondisi cuaca ekstrem di Kabupaten Kudus bisa segera membaik agar masyarakat bisa kembali optimal.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















