PATI, Beritajateng.id – Permukiman warga di Desa Karangrowo, Kecamatan Jakenan, masih terendam banjir selama kurang lebih dua pekan terakhir. Meski mulai surut, ketinggian banjir di wilayah tersebut sempat berada pada 50 sentimeter.
Salah satu warga terdampak, Juremi (49) mengatakan air sempat masuk ke rumahnya hingga mencapai 50 sentimeter.
“Sekarang sudah surut. Kemarin kemasukan 50 sentimeter. Tidak mengungsi, cuma barang-barang dinaikkan,” tuturnya, Senin, 26 Januari 2026.
Ia mengaku bantuan logistik cukup membantu warga. Selama dua pekan terakhir, keluarganya menerima dua kali paket sembako berupa mie instan, beras, dan minyak goreng. Selain itu, nasi bungkus juga hampir setiap hari dibagikan.
“Kalau nasi kadang dua kali, tiga kali. Dari posko juga ada,” ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris Desa Karangrowo, Suparwi, menyebut total 270 rumah terdampak banjir dengan ketinggian air bervariasi antara 5 hingga 70 sentimeter.
Saat ini, kata dia, hanya sekitar 30 rumah yang masih tergenang.
“Warga kebanyakan mengungsi di rumah saudara atau tetangga, tidak terpusat di satu tempat,” jelasnya.
Ia memastikan distribusi bantuan dilakukan merata melalui posko bencana dengan sistem estafet antar-RT.
Menurut Suparwi, seluruh perangkat desa dan pemuda bergerak cepat membantu warga.
“Kami musyawarahkan dengan BPBD. Pembagian per KK. Kalau ada yang merasa belum dapat, kami mohon maaf, tapi prinsipnya kami bagikan merata,” tegasnya.
Suparwi juga mengaku prihatin atas keterlibatan kepala desa dalam perkara OTT KPK.
“Kami menyesalkan dan tidak tahu sebelumnya. Tapi pemerintahan tetap berjalan. Kami bersama BPD tetap melayani warga, apalagi dalam situasi bencana,” katanya.
Diketahui, Abdul Suyono merupakan satu dari tiga kepala desa yang ditetapkan sebagai tersangka bersama Bupati Pati, Sudewo, dalam OTT KPK pada 19 Januari 2026. Dua kades lainnya yakni Sumarjiono dari Desa Arumanis dan Karjan dari Desa Sukorukun.
Situasi ini menambah keprihatinan warga Karangrowo yang masih berjuang menghadapi banjir. Meski dinamika politik di Kabupaten Pati tengah memanas dan penyidikan KPK terus berjalan, masyarakat berharap perhatian pemerintah terhadap korban banjir tidak berkurang.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















