PEKALONGAN, Beritajateng.id – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Tengah mengerahkan bantuan pompa mobile untuk mengurangi genangan banjir di wilayah Desa Mulyorejo, Kecamatan Tirto.
Bantuan tersebut diturunkan lantaran banjir tersebut telah merendam Desa Mulyorejo selama lebih dari tiga pekan. Hal ini pun telah menimbulkan keluhan dari masyarakat karena penanganan banjir yang dinilai belum maksimal.
Personel BPBD Kota Semarang yang dibantukan (BKO) dalam penanganan banjir tersebut, Fajar Abadi, mengatakan pihaknya membawa satu unit mobile pump berkapasitas besar, yakni sekitar 900 meter kubik per jam. Pompa tersebut difokuskan untuk menyedot genangan banjir yang selama ini mengganggu aktivitas warga.
“Kami dari BPBD Kota Semarang membawa satu unit mobile pump dengan kapasitas sekitar 900 meter kubik per jam untuk mengurangi genangan banjir, khususnya di Desa Mulyorejo,” kata Fajar, Selasa malam, 10 Februari 2026.
Ia menjelaskan, kehadiran timnya di Kabupaten Pekalongan merupakan tindak lanjut instruksi BPBD Provinsi Jawa Tengah. Selain BPBD Kota Semarang, penanganan banjir juga melibatkan BPBD Kota Surakarta dengan total tiga unit pompa di wilayah terdampak.
“Total ada tiga unit pompa, satu dari Kota Surakarta, satu dari BPBD Provinsi Jawa Tengah, dan satu dari BPBD Kota Semarang. Namun yang bertugas di Desa Mulyorejo ini kami bersama BPBD Kota Surakarta,” jelasnya.
Menurut Fajar, rata-rata tinggi genangan air banjir di lokasi mencapai sekitar 130 sentimeter. Kondisi tersebut membuat aktivitas warga lumpuh karena hampir satu bulan wilayah permukiman terendam air.
Dalam operasionalnya, pompa mobile tersebut tidak dijalankan secara penuh selama 24 jam. Fajar menyebut, mesin dioperasikan secara fleksibel menyesuaikan kondisi lapangan dan ketersediaan bahan bakar.
“Dalam sehari operasionalnya sekitar 12 jam. Itu pun tidak terus-menerus, harus ada jeda sekitar satu sampai satu setengah jam agar mesin bisa recovery dan tetap maksimal,” ujarnya.
Untuk mengontrol konsumsi bahan bakar, petugas menggunakan sistem tangki kecil dari jerigen berkapasitas sekitar 30 liter, sehingga pemakaian BBM per jam dapat dipantau dengan lebih akurat.
Fajar mengimbau masyarakat agar tetap waspada saat menyaksikan proses penyedotan air. Ia mengingatkan tekanan air dari selang pembuangan cukup besar.
“Masyarakat boleh melihat atau mengamati, tapi tetap jaga keselamatan dan tidak terlalu dekat dengan selang pembuangan,” pungkasnya.
Sementara itu, Sania, Ketua Posko Induk Desa Mulyorejo mengaku senang dengan kehadiran pompa tambahan dari provinsi ini.
“Alhamdulillah, ini kedatangan lagi dua unit pompa mobile dari provinsi. Sebelumnya sudah ada tiga yang datang. Jadi totalnya ada lima yang beroperasi di desa kami,” papar Sania.
Menurut Sania, masyarakat juga terlihat sangat antusias dengan kedatangan pompa air tambahan ini.
“Masyarakat terlihat sangat antusias banget, ini rame pada nonton. Semoga dengan bantuan ini banjir di desa kami bisa segera surut. Dan kami bisa menyambut bulan suci Ramadan dengan keadaan yang baik.” Ujar Sania.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















