PEKALONGAN, Beritajateng.id – Layanan kesehatan di Puskesmas Tirto II Kabupaten Pekalongan terpaksa dipindah untuk sementara akibat banjir di Desa Tegaldowo. Relokasi layanan kesehatan ini telah dilakukan sejak Jumat, 30 Januari 2026.
hingga untuk sementara direlokasi ke Desa jeruksari Rt 1 Rw 6 kecamatan tirto, tepatnya di depan masjid an-nur. menyusul banjir yang masih menggenangi gedung puskesmas yang terletak di Desa Tegaldowo dan sulitnya akses menuju lokasi tersebut. Relokasi diberlakukan sejak Jumat (30/1/2026) selama masa darurat bencana banjir.
Kepala Puskesmas Tirto II, dr. Nailul Khusna, mengatakan relokasi berada di Desa Jeruksari RT 01 RW 06, Kecamatan Tirto. Ia menjelaskan kondisi banjir di sekitar gedung puskesmas belum memungkinkan untuk operasional.
Ketinggian air di bagian depan gedung Puskesmas Tirto II, kata dia, masih mencapai paha orang dewasa, sementara di dalam ruangan setinggi lutut. Sehingga kondisi ini menurutnya membahayakan keselamatan pasien maupun tenaga kesehatan.
“Dengan kondisi tersebut, pelayanan tidak bisa berjalan optimal dan berisiko bagi keselamatan,” ujar dr. Nailul Khusna saat ditemui, Sabtu, 31 Januari 2026.
Dari empat desa wilayah kerja Puskesmas Tirto II, yakni Desa Tegaldowo, Jeruksari, Mulyorejo, dan Karangjompo, Desa Jeruksari dipilih sebagai lokasi puskesmas darurat karena terdampak banjir paling minimal. Akses menuju lokasi masih dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat, meskipun harus melalui jalur memutar lewat wilayah Kota Pekalongan.
Sebelum relokasi ke Jeruksari, tim Puskesmas Tirto II sempat memanfaatkan posko di eks Kantor Kecamatan Wiradesa. Namun, lokasi tersebut hanya digunakan untuk keperluan internal, seperti penataan obat, administrasi rujukan pasien, serta persiapan obat untuk pelayanan puskesmas keliling ke desa-desa terdampak.
“Waktu itu pelayanan kesehatan tetap kami lakukan secara keliling ke desa-desa terdampak,” jelasnya.
Selama beroperasi di lokasi darurat Jeruksari, Puskesmas Tirto II melayani pemeriksaan umum, pemeriksaan kesehatan anak, pemeriksaan ibu hamil, layanan laboratorium sederhana, serta pelayanan keluarga berencana (KB). Sementara itu, layanan kesehatan gigi dan pemeriksaan USG belum dapat diberikan.
Adapun jadwal pendaftaran pelayanan kesehatan Puskesmas Tirto II di lokasi darurat Jeruksari ditetapkan pada Senin hingga Kamis pukul 08.00–11.00 WIB, dan Jumat hingga Sabtu pukul 08.00–10.00 WIB. Khusus pelayanan pasien tuberkulosis (TB) dilaksanakan setiap Selasa dan Jumat.
Cakupan pelayanan tetap melayani empat desa wilayah kerja Puskesmas Tirto II, yakni Tegaldowo, Jeruksari, Mulyorejo, dan Karangjompo, dengan jam operasional mengikuti ketentuan puskesmas selama masa darurat bencana.
Terkait durasi relokasi, dr. Nailul menyampaikan pihaknya belum dapat memastikan hingga kapan pelayanan darurat berlangsung dan berharap kondisi segera membaik.
“Kami berharap banjir segera surut dan pelayanan bisa kembali normal di gedung puskesmas,” pungkasnya.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















