SALATIGA, Beritajateng.id – Seorang remaja berinisial H (14), warga Desa Tegalrejo, Kecamatan Argomulyo, mengalami luka di bagian mulut dan kepala usai terlibat dalam aksi perang sarung di Jalan Mertani desa setempat pada Kamis dini hari, 25 Februari 2026.
Diduga, korban terluka akibat dikeroyok sekelompok orang yang diperkirakan berjumlah sekitar 15 orang. Kemudian korban dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis.
Jajaran Polsek Argomulyo bersama personel gabungan Polres Salatiga langsung mendatangi lokasi kejadian guna melakukan penanganan awal setelah menerima laporan warga.
Kapolsek Argomulyo, AKP Azis Ma’arif menjelaskan, berdasarkan keterangan saksi di lokasi, kejadian bermula saat terdengar suara letusan kembang api. Ketika saksi keluar rumah, korban sudah dalam kondisi dikeroyok sekelompok orang yang diperkirakan berjumlah sekitar 15 orang.
“Para pelaku diduga melakukan pemukulan menggunakan sarung yang telah dimodifikasi, helm, serta menyalakan kembang api untuk memancing keributan. Setelah saksi berteriak untuk melerai, kelompok tersebut langsung melarikan diri,” terangnya.
Salah satu terduga pelaku telah teridentifikasi berinisial H.S. (24), warga Kecamatan Sidorejo, Kota Salatiga. Saat ini polisi masih melakukan pendalaman guna mengungkap keterlibatan pelaku lainnya.
Kapolsek menegaskan situasi di lokasi saat ini telah aman dan kondusif. Proses penyelidikan akan terus dilakukan secara profesional dan proporsional.
Polisi juga mengimbau para orang tua untuk meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak-anak, terutama pada jam-jam rawan menjelang sahur, guna mencegah aksi perang sarung yang berpotensi menimbulkan korban luka maupun gangguan kamtibmas di Kota Salatiga.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















