REMBANG, Beritajateng.id – Bupati Rembang, Harno, menginstruksikan Dinas Pekerjaan Umum (PU) untuk mempercepat perbaikan di sejumlah ruas jalan yang mengalami kerusakan. Ia meminta agar pekerjaan tersebut selesai sebelum Lebaran.
Harno mengatakan, perintah tersebut diberikan agar kondisi jalan di sejumlah titik bisa lebih aman dilalui masyarakat saat arus mudik maupun balik Lebaran.
“Memang sudah saya instruksikan ke Dinas PU, sebelum Lebaran lubang-lubang yang membahayakan itu segera diperbaiki. Kemarin saya cek di beberapa lokasi dan ternyata sudah ada progres,” ujarnya, Rabu, 11 Maret 2026.
Ia menyebut sejumlah titik yang sebelumnya rusak kini sudah mulai ditangani. Bahkan di beberapa lokasi pekerjaan sudah memasuki tahap pengecoran.
“Termasuk yang di Kragan dan Sedan saya tanyakan, sudah ada progres. Tempat-tempat yang membahayakan harus selesai sebelum Lebaran. Kemarin saya cek sudah sampai Senjatan dan Nyagung, di beberapa desa juga sudah mulai pengecoran,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Rembang, Nugroho Tri Hutomo, mengatakan saat ini pihaknya fokus melakukan perbaikan di beberapa ruas jalan prioritas.
Ia mengungkap pekerjaan yang sedang berjalan saat ini berada di ruas Jalan Japerejo-Pamotan serta Jalan Kragan-Sedan.
“Kalau saat ini kami sedang bekerja di ruas Japerejo-Pamotan. Kemudian yang kedua di ruas Kragan-Sedan. Dua ruas itu yang sedang kami tangani,” katanya.
Selain itu, pihaknya juga merencanakan perbaikan jalan di kawasan dalam kota untuk menunjang kelancaran arus lalu lintas.
“Rencananya nanti juga kami perbaiki jalan lingkar kota, mulai dari Pentungan sampai ke arah Mondoteko,” terangnya.
Nugroho menambahkan, pihaknya menargetkan pekerjaan perbaikan jalan tersebut bisa dimaksimalkan sebelum Hari Raya Lebaran. Namun pelaksanaan di lapangan sempat terkendala faktor cuaca.
“Targetnya kami maksimalkan sebelum Lebaran. Kemarin-kemarin cuaca kurang mendukung sehingga agak sulit dalam pelaksanaan pekerjaan,” ungkapnya.
Untuk perbaikan jalan yang dinilai membahayakan pengguna jalan, pihaknya memastikan akan segera dilakukan penanganan.
“Kalau memang kerusakan yang membahayakan lalu lintas, pasti kami perbaiki,” tegasnya.
Adapun untuk anggaran, Nugroho mengungkap Dinas PU mengandalkan dana pemeliharaan rutin jalan yang nilainya sekitar Rp10 miliar dalam satu tahun anggaran.
“Anggaran pemeliharaan rutin sekitar Rp10 miliar. Tapi itu digunakan selama satu tahun, jadi menyesuaikan kondisi dan kebutuhan di lapangan,” pungkasnya.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















