PEKALONGAN, Beritajateng.id – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Pekalongan bergerak cepat menangani tanggul jebol di Kali Bremi, wilayah Pabean. Penanganan darurat dilakukan sejak Minggu sore, 10 Mei 2026 dengan menutup titik jebol menggunakan ribuan karung pasir (sandbag) guna mencegah meluasnya banjir ke permukiman warga.
Kepala DPUPR Kota Pekalongan, Khaerudin, mengatakan pihaknya langsung turun ke lokasi saat menerima laporan adanya kerusakan tanggul. Titik tanggul yang jebol diketahui memiliki lebar sekitar lima meter dan berpotensi menimbulkan banjir di lingkungan sekitar jika tidak segera ditangani.
“Proses penanganan tanggul darurat dilakukan sejak Minggu sore. Untuk lebar tanggul yang jebol sekitar lima meter. Ini upaya kami dari DPUPR Kota Pekalongan langsung melakukan dropping sandbag sesuai kebutuhan. Di kami sudah tersedia sekitar 3.000 unit karung sandbag,” terang Khaerudin, Senin, 11 Mei 2026.
Penanganan awal, kata dia, difokuskan pada penutupan titik jebol dengan susunan sandbag agar aliran air dapat segera dikendalikan. Upaya tanggap darurat ini dinilai penting untuk mengurangi risiko genangan yang lebih luas di kawasan permukiman.
Selain petugas DPUPR, warga sekitar juga turut ambil bagian dalam proses penanganan dengan bergotong royong membantu pemasangan sandbag. Keterlibatan masyarakat dinilai mempercepat proses penutupan tanggul sementara.
“Warga juga ikut kerja bakti membantu memasang sandbag di titik tanggul jebol. Alhamdulillah titik jebol sudah dapat ditutup, sekarang tinggal proses perkuatan,” lanjutnya.
Setelah penutupan sementara berhasil dilakukan, DPUPR kini memfokuskan upaya pada penguatan tanggul agar lebih stabil dan mampu menahan tekanan air. Langkah ini juga sebagai antisipasi terhadap potensi kerusakan susulan, terutama saat terjadi hujan deras atau peningkatan debit air.
DPUPR juga terus memantau kondisi tanggul dan aliran sungai, khususnya di titik-titik rawan, serta menyiagakan personel dan material untuk menghadapi kemungkinan kejadian serupa.
Khaerudin mengapresiasi peran aktif masyarakat dalam penanganan tanggul jebol tersebut. Ia menilai sinergi antara pemerintah dan warga menjadi kunci dalam menghadapi kondisi darurat, terutama terkait infrastruktur pengendali banjir dan rob.
“Dengan penanganan cepat yang dilakukan, diharapkan kondisi tanggul Kali Bremi dapat kembali aman dan aktivitas masyarakat sekitar tidak terganggu. Kami memastikan proses perkuatan tanggul akan terus dilanjutkan hingga kondisi benar-benar stabil dan aman bagi lingkungan sekitar,” pungkasnya.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















