KUDUS, Beritajateng.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus akan melakukan efisiensi konsumsi bahan bakar minyak (BBM) hingga 25 persen di seluruh organisasi perangkat daerah (OPD).
Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris, menegaskan kebijakan ini akan diambil sebagai langkah konkret menghadapi tantangan ekonomi 2026, terutama karena ketegangan geopolitik di kawasan Eropa dan Timur Tengah yang dinilai berpotensi memicu kenaikan harga BBM.
Dalam rapat evaluasi di Pendopo Kabupaten Kudus, Sam’ani menekankan efisiensi tidak boleh berhenti pada slogan semata. Ia juga meminta seluruh OPD mampu menunjukkan data nyata terkait penghematan yang dilakukan.
“Kalau sebelumnya konsumsi 100 liter, harus bisa ditekan menjadi 75 liter. Itu berarti ada penghematan 25 persen,” tegasnya saat ditemui di Pendopo Kudus belum lama ini.
Target tersebut dinilai realistis apabila diiringi dengan perubahan pola kerja yang lebih disiplin dan efisien. Sejumlah langkah strategis pun mulai diterapkan, mulai dari pembatasan perjalanan dinas hingga optimalisasi penggunaan kendaraan dinas secara bersama.
Tak hanya itu, Pemkab Kudus juga mulai mendorong transisi menuju energi ramah lingkungan.
Aparatur sipil negara didorong untuk mulai menggunakan kendaraan listrik maupun moda transportasi non-motor seperti bersepeda dan berjalan kaki, khususnya untuk mobilitas jarak dekat.
Menurut Sam’ani, efisiensi berbasis data menjadi kunci keberhasilan kebijakan ini. Setiap OPD diminta melakukan pencatatan rinci agar penghematan yang dilakukan bisa diukur dan dievaluasi secara berkala.
“Kita ingin ada signifikansi. Targetnya di kisaran 20 sampai 25 persen, dan itu harus bisa dibuktikan,” ujarnya.
Kebijakan “diet BBM” ini juga diperluas ke sektor penggunaan energi di perkantoran. Bupati menginstruksikan agar seluruh pegawai disiplin mematikan lampu, pendingin ruangan, serta perangkat komputer setelah jam kerja.
Selain itu, Sam’ani menuturkan aktivitas lembur juga akan dibatasi guna menekan biaya operasional. Langkah efisiensi ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang mendorong penghematan konsumsi energi sebagai respons terhadap dinamika global.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















