PATI, Beritajateng.id – Plt Bupati Risma Ardhi Chandra menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Mitigasi Kekeringan Lahan Pertanian di Auditorium Gedung F, Kantor Pusat Kementerian Pertanian (Kementan) di Jakarta, Senin, 20 April 2026.
Forum ini dipimpin Menteri dan Wakil Menteri Pertanian tersebut dan dihadiri para kepala daerah se-Indonesia. Mereka didorong untuk proaktif mengajukan kebutuhan sarana prasarana pengairan.
Dalam kesempatan itu, Chandra mengusulkan 379 titik pompanisasi untuk menghadapi ancaman kekeringan di sektor pertanian wilayah Pati. Selain itu, ia juga mengusulkan tambahan pembangunan dan perbaikan irigasi teknis dan tersier.
“Kekeringan di Kabupaten Pati memiliki dampak yang sangat luar biasa bagi petani kita. Kami tadi mengusulkan 379 titik pompanisasi. Selain itu, kami juga menambah usulan untuk perbaikan maupun pembangunan irigasi teknis dan irigasi tersier agar penyaluran air ke sawah-sawah warga bisa lebih optimal,” ujar Chandra.
Plt Bupati Chandra yang hadir didampingi Kepala Dinas Pertanian (Kadispertan) dan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Pati, juga menjelaskan bahwa usulan tersebut merupakan bagian dari strategi jangka pendek dan menengah dalam memastikan distribusi air tetap terjaga.
Sementara itu, untuk pembangunan bendungan, pihaknya masih dalam tahap penyusunan teknis dan direncanakan akan diajukan pada tahun berikutnya.
“Untuk bendungan memang belum kami usulkan tahun ini karena masih dalam tahap teknis. Insyaallah akan kami siapkan untuk pengusulan di tahun depan,” tambahnya.
Pemerintah Kabupaten Pati berharap penguatan infrastruktur pengairan tersebut mampu menjaga stabilitas produktivitas pertanian. Selain itu, langkah ini juga menjadi bagian dari komitmen daerah dalam mendukung ketahanan pangan nasional di tengah tantangan perubahan iklim.
“Kami berkomitmen penuh untuk memastikan petani tetap bisa berproduksi secara optimal. Ketersediaan air adalah kunci, dan itu yang sedang kami perjuangkan,” tutupnya.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















