SALATIGA, Beritajateng.id – Remaja putri di wilayah Kota Salatiga menghadapi sejumlah masalah kesehatan salah satunya anemia atau kekurangan sel darah merah. Hal ini menjadi perhatian lantaran menyebabkan tubuh kekurangan oksigen hingga kelelahan.
Berdasarkan data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, sekitar 15,5 persen remaja usia 15-24 tahun mengalami anemia tersebut. Selain itu, 40 persen remaja putri juga mengalami karies gigi yang dapat berdampak pada kesehatan secara keseluruhan.
Menanggapi kondisi tersebut, Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kota Salatiga Retno Robby Hernawan turun langsung ke sekolah untuk melakukan edukasi sekaligus deteksi dini melalui kegiatan Aksi Bergizi kepada siswi yang menginjak remaja.
Ia menuturkan deteksi dini masalah kesehatan pada remaja merupakan langkah strategis dalam menciptakan generasi yang sehat dan berkualitas. Pihaknya pun mengajak para siswi untuk aktif menjaga kesehatan, salah satunya dengan rutin mengkonsumsi tablet tambah darah serta menerapkan pola hidup sehat.
“Remaja putri harus mulai membiasakan pola hidup sehat, termasuk konsumsi tablet tambah darah secara rutin untuk mencegah anemia,” katanya saat menghadiri Sosialisasi Kesehatan Deteksi Dini Remaja bertajuk Pemeriksaan Risiko Anemia pada Remaja Putri di SMK Negeri 2 Salatiga, Jalan Parikesit, Sidomukti, Kamis, 23 April 2026.
Dalam kegiatan tersebut, para peserta tidak hanya menjalani pemeriksaan kesehatan. Namun juga mendapatkan edukasi terkait gizi seimbang, kebersihan diri, serta pentingnya menjaga pola hidup sehat.
Retno berharap kegiatan ini mampu meningkatkan kesadaran remaja putri terhadap pentingnya menjaga kesehatan sebagai bekal masa depan.
“Kesehatan yang baik adalah kunci untuk mewujudkan generasi emas Indonesia,” ujarnya.
Ia juga mendorong para peserta untuk menjadi agen perubahan di lingkungan sekolah masing-masing dengan mengedukasi teman sebaya tentang pentingnya pencegahan anemia.
“Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan angka anemia pada remaja dapat ditekan serta tercipta generasi muda yang lebih sehat dan produktif di Kota Salatiga,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala SMK Negeri 2 Salatiga Dyah Sulistyorini menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan yang dinilai sangat bermanfaat bagi siswa, khususnya dalam meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan sejak dini.
“Edukasi seperti ini sangat penting agar siswa lebih peduli terhadap kesehatan, baik pencegahan anemia maupun kesehatan gigi,” ujarnya.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















