BLORA, Beritajateng.id – Proses pembangunan Sekolah Rakyat tahap dua di Kabupaten Blora ditunda imbas kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) non subsidi. Saat ini pembangunan tersebut masih dalam tahap pengurukan lahan yang berlokasi di Kecamatan Cepu.
Diketahui, PT Pertamina (Persero) menaikkan harga BBM non subsidi per 18 April 2026 untuk jenis Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex. Berdasarkan informasi harga BBM di situs Mypertamina, harga BBM Pertamax Turbo dengan RON 98 melonjak tajam dari Rp13.100 per liter menjadi Rp19.400 per liter.
Sementara kenaikan Dexlite dari Rp14.200 per liter menjadi Rp23.600 per liter. Adapun harga Pertamina DEX melesat dari Rp14.500 per liter menjadi Rp23.900 per liter.
Kabid Bangunan, DPUPR Blora, Mohammad Arif Hidayat, membenarkan bahwa proses lelang proyek Sekolah Rakyat tahap dua tersebut ditunda akibat kenaikan BBM non subsidi secara nasional. Hal itu karena dalam proyek tersebut membutuhkan penghitungan ulang terhadap penggunaan alat berat yang menggunakan BBM non subsidi.
“Masih menunggu hasil penghitungan ulang, setelah itu baru akan diserahkan ke UKPBJ untuk dilakukan lelang,” terang Arif, Rabu, 29 April 2026.
Ia menuturkan pelaksanaan proyek tersebut membutuhkan perhitungan yang matang. Setidaknya ada beberapa jenis alat berat, yaitu dump truk (angkat/angkut) tanah, Buldozer, Motor Greder, hingga tandem pemadat tanah yang dibutuhkan dalam proses pembangunan Sekolah Rakyat.
“Semua alat berat dan dump truk itu menggunakan solar non subsidi. Jadi perlu penghitungan ulang,” katanya.
Arif mengungkap berdasarkan jadwal sebelumnya, akhir April atau sekitar Mei 2026 rencananya akan dilakukan lelang sebelum proyek Sekolah Rakyat dimulai. Namun akibat adanya kenaikan harga BBM non subsidi proses lelang diundur, menunggu kepastian harga satuan yang ditetapkan oleh Pemkab Blora.
“Kalau rapat internal (OPD) sudah, ini masih menunggu rapat dengan OPD lainnya menyikapi kenaikan harga BBM,” tambahnya.
Sebelumnya diberitakan, bahwa Pemkab Blora menyediakan anggaran sekitar Rp14 miliar untuk pengurukan lahan seluas 7 hektar yang akan dibangun Sekolah Rakyat tahap dua. Lokasinya berada di area persawahan ex bengkok Kelurahan Balun, Kecamatan Cepu.
Jurnalis: Ibnu Muntaha
Editor: Tia















