BLORA, Beritajateng.id – Warga Desa Pilang dan Temulus, Kecamatan Randublatung, yang tergabung dalam Front Blora memprotes aktivitas proyek Pertamina Dara Jingga di Desa Mendenrejo, Kecamatan Kradenan yang dinilai merugikan warga di wilayah selatan Blora.
Protes ini disampaikan dalam audiensi bersama DPRD Blora pada Kamis, 21 Mei 2026. Perwakilan massa, Abun, menuturkan mobilisasi alat berat proyek Pertamina yang melintasi Desa Pilang dan Desa Temulus di Kecamatan Randublatung dinilai membahayakan.
“Mobilisasi alat berat dengan ukuran besar sangat mengganggu aktivitas warga. Jalan desa terancam rusak, bahkan jembatan bisa terdampak. Ini juga membahayakan keselamatan pengguna jalan,” ujarnya mereka di hadapan anggota dewan.
Tak hanya itu, warga juga mempertanyakan adanya dugaan ketimpangan pemberian kompensasi kerusakan kendaraan. Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, pemuda di Kecamatan Kradenan disebut menerima kompensasi sebesar Rp1 juta per unit, sementara warga Desa Pilang yang juga terdampak justru belum mendapatkan perlakuan serupa.
“Ini bukan sekadar soal nominal, tapi soal keadilan sosial. Warga terdampak seharusnya mendapatkan perhatian dan perlakuan yang sama,” tegasnya.
Ia juga menilai proyek besar tidak boleh berjalan dengan mengorbankan masyarakat kecil. Warga meminta PT Pertamina dan seluruh pihak terkait agar lebih terbuka serta bertanggung jawab terhadap dampak sosial yang timbul.
Selain itu, massa juga mendesak DPRD Blora agar benar-benar menjalankan fungsinya sebagai penyambung aspirasi rakyat, bukan sekadar menjadi penonton.
“Ketika jalan rusak, jembatan retak, dan keselamatan warga terancam, masyarakat yang pertama merasakan dampaknya. Kami berharap DPRD hadir memberikan solusi yang adil,” tandasnya.
Berdasarkan pantauan, audiensi berlangsung dengan pengawalan ketat namun tetap kondusif. DPRD Blora juga berjanji akan menindaklanjuti aspirasi tersebut dengan memanggil pihak-pihak terkait guna mencari solusi terbaik bagi masyarakat terdampak.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















