JEPARA, Beritajateng.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara menyalurkan bantuan berupa rehabilitasi rumah dalam program Rumah Tak Layak Huni (RTLH). Bantuan ini ditujukan kepada warga yang terdampak bencana banjir maupun longsor.
Bupati Witiarso Utomo mengatakan penyaluran bantuan dilakukan setelah melalui pendataan dan verifikasi lapangan. Bantuan tersebut menjadi bentuk respons cepat pemerintah daerah terhadap warga terdampak bencana.
“Karena ini dampak bencana, maka kami gunakan anggaran BTT (Bantuan Tak Terduga, red). Tahap ini ada 24 penerima di wilayah Welahan, Nalumsari, Kedung, dan Batealit,” ujar bupati yang akrab disapa Mas Wiwit.
Ia menegaskan, besaran bantuan yang diberikan tidak disamaratakan, melainkan disesuaikan dengan tingkat kerusakan rumah masing-masing penerima.
Wakil Bupati Jepara, M. Ibnu Hajar turut hadir mendampingi penyerahan bantuan RTLH itu. Dalam kesempatan tersebut, ia juga melakukan peletakan batu pertama pembangunan rumah warga di Desa Bringin, Kecamatan Batealit.
“Bismillahirrahmanirrahim, semoga proses pembangunan berjalan lancar dan rumahnya nanti menjadi tempat tinggal yang aman dan layak,” ucap Gus Hajar, sapaan akrabnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Jepara, Moh. Eko Udyyono, menjelaskan bahwa untuk wilayah selatan Jepara, total anggaran yang digelontorkan melalui BTT mencapai Rp119,5 juta.
Adapun rumah terdampak di wilayah utara mendapat dukungan pendanaan dari organisasi masyarakat, salah satunya Ansor.
“Bantuan diberikan dalam bentuk material bangunan, bukan uang tunai. Penyaluran dilakukan secara non tunai melalui Bank Jateng langsung ke toko material sesuai RAB,” jelas Eko.
Ia menambahkan, pemilihan toko material dilakukan melalui musyawarah antara penerima bantuan, pemerintah desa, dan pihak kecamatan. Selain itu, proses rehabilitasi juga melibatkan swadaya masyarakat serta kolaborasi lintas sektor seperti Baznas, PMI, dan berbagai organisasi kemasyarakatan.
Rincian penerima bantuan pada tahap ini meliputi dua warga di Kecamatan Welahan, sembilan warga di Nalumsari, enam warga di Kedung, serta tujuh warga di Kecamatan Batealit.
Salah satu penerima bantuan RTLH itu yakni Sholekah (47), warga RT 5 RW 1 Desa Welahan, Kecamatan Welahan.
Ia mengatakan, hujan deras yang mengguyur wilayahnya selama tiga hari berturut-turut menyebabkan atap rumahnya ambruk, disusul tembok bangunan yang sudah lapuk. Rumah tua yang telah berdiri sejak masa kecilnya itu dihuni lima anggota keluarga.
“Genteng runtuh semua, lalu temboknya ikut roboh. Bangunannya memang sudah lama,” kata Sholekah, Rabu, 28 Januari 2026.
Pasca-kejadian, Sholekah bersama keluarganya terpaksa mengungsi ke rumah kerabat yang berada tepat di depan rumahnya. Kondisi tersebut perlahan teratasi setelah ia menerima bantuan rehabilitasi rumah melalui program RTLH dari Pemerintah Kabupaten Jepara.
“Saya sangat bersyukur. Bantuan ini sangat berarti bagi kami,” ungkapnya.
Sholekah menjadi satu dari 24 warga yang menerima bantuan RTLH BTT pada tahap penyaluran kali ini. Total terdapat 54 rumah di Kabupaten Jepara yang tercatat mengalami kerusakan akibat cuaca ekstrem dan akan ditangani secara bertahap.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















