PEKALONGAN, Beritajateng.id – Operasional 15 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Pekalongan dihentikan sementara oleh Badan Gizi Nasional (BGN). Kebijakan ini tertuang dalam Surat Nomor 2740/D.TWS/05/2026 tertanggal 25 Mei 2026.
Dalam surat itu, penghentian dilakukan setelah munculnya temuan dalam hasil pendataan dan validasi mengenai sejumlah SPPG yang belum memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) atau fasilitas yang ada belum memenuhi standar yang ditetapkan.
“Mempertimbangkan risiko yang dapat ditimbulkan terhadap kualitas produksi, mutu gizi, dan keamanan pangan, maka dengan ini ditetapkan Pemberhentian Operasional Sementara terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) terlampir terhitung sejak tanggal surat ini diterbitkan,” demikian bunyi surat BGN.
Penghentian operasional ini bersifat sementara. Sesuai ketentuan BGN, SPPG dapat kembali beroperasi setelah seluruh perbaikan dipenuhi dan dinyatakan lolos verifikasi.
Dalam surat tersebut juga disebutkan bahwa pencabutan status penghentian hanya dapat dilakukan setelah pengelola menyerahkan bukti perbaikan lengkap kepada Direktorat Pemantauan dan Pengawasan Wilayah II. Setelah diverifikasi dan dinyatakan memenuhi standar, operasional SPPG dapat dibuka kembali.
Selain itu, Kedeputian Bidang Pemantauan dan Pengawasan BGN turut merekomendasikan penghentian sementara penyaluran dana bantuan pemerintah kepada SPPG yang terkena sanksi hingga seluruh perbaikan dinyatakan tuntas.
15 dapur penyedia makan bergizi gratis (MBG) itu masuk dalam kategori Non Kejadian Menonjol (Perbaikan Major). Diantaranya yakni SPPG Paninggaran, Karyomukti, Karangdadap Kaligawe, Kajen Kebonagung 2, Wiradesa Kepatihan, Buaran Simbangkulon.
Kemudian SPPG Karangdadap Pagumenganmas, Bojong Sumurjomblangbogo, Wonopringgo Pegaden Tengah, Doro Dororejo, Kajen Gandarum 2, Kedungwuni Pekajangan, Wiradesa Gumawang, Wonokerto Wonokerto Wetan, serta Kajen 2.
Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pekalongan, Sukirman, membenarkan kebijakan tersebut. Ia menjelaskan bahwa selain persoalan IPAL, masih terdapat sejumlah standar operasional yang belum terpenuhi.
“15 SPPG memang di suspend, lantaran ada beberapa standar operasional dari BGN yang belum disempurnakan. Misalnya belum memiliki kamar untuk karyawan, kelengkapan dapurnya, pembuangan limbah dan lain-lain,” kata Sukirman, Rabu, 3 Juni 2026.
Pemerintah Kabupaten Pekalongan, kata dia, telah melakukan pendampingan kepada pengelola SPPG yang dihentikan agar kekurangan tersebut segera diperbaiki. Hal ini agar operasional Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dapat kembali berjalan.
“Ya, kita sudah lakukan pendekatan untuk melengkapi dan menyempurnakan,” ujarnya.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















