BLORA, Beritajateng.id – Insiden dugaan keracunan akibat program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menimpa 19 siswa SDN Sendangrejo, Kecamatan Ngawen, kini dalam penyelidikan polisi. Sebanyak 6 orang terkait diketahui telah diperiksa untuk memberikan keterangan.
“Dari SPPG kita panggil kepala dapur, Mitra, Aslap (asisten lapangan SPPG), dan ahli gizi. Untuk pihak sekolah kita panggil kepala sekolah dan koordinator program MBG,” ujar Kasatreskrim Polres Blora, AKP Zaenul Arifin, Senin, 20 Juli 2026.
Kedepan, AKP Zaenul mengungkap pihaknya juga berencana meminta klarifikasi dari beberapa pihak lainya, seperti sekolah lainnya yang juga menjadi penerima manfaat dari SPPG Bogowanti.
“Klarifikasi bertujuan menemukan fakta, seperti susu yang meledak, itu apakah hanya terjadi di SD Sendangrejo saja atau bagaimana. Sementara SD-SD lain belum dimintai keterangan,” katanya.
Disisi lain, polisi juga telah mengamankan beberapa barang dari TKP, seperti ompreng yang ada masih terdapat makanannya hingga sampel susu kemasan yang telah didistribusikan kepada penerima manfaat. Barang-barang itu akan diuji dalam laboratorium.
“Di lab kan di Labkesda,” ujarnya.
Apabila hasil lab menunjukkan susu yang diminum para siswa telah basi, ia menegaskan akan melakukan penyelidikan hingga ke distributor.
“Ke pengirim susu itu tadi,” katanya.
Sementara itu, Dinkesda melakukan pengecekan langsung ke SPPG Bogowanti di beberapa sudut dapur hingga kondisi IPAL.
“Kita cek gudang, alur penerimaan barang, keluar masuknya barang, lalu omprengnya bagaimana kita cek, dan penempatan bahan makanannya. Sampel makanan kita kirim ke Laborat,” ujar Kepala Subkor Kesehatan Lingkungan Kesehatan Kerja dan Olahraga Dinkesda Blora, Tutik Rahayu.
Terkait pemicu keracunan, Tutik menuturkan pihaknya belum dapat memberi keterangan dan harus menunggu hasil laboratorium.
“Kita tidak bisa menyimpulkan dari susu, harus menunggu hasil lab,” ujarnya.
Dalam sidak lokasi itu, Dinkesda Blora mencurigai adanya upaya pembuangan makanan yang telah didistribusikan. Pasalnya terdapat mobil distribusi yang baru datang dengan kondisi ompreng bersih, tanpa ada sisa makanan, atau tanpa bekas aktivitas makanan dari siswa.
Pihaknya pun menanyakan hal tersebut kepada sopir yang mengambil ompreng dari sekolah. Namun sopir itu menyangkal menu itu dibuang, sementara susu sudah ditarik pihak sekolah karena diindikasikan berbahaya.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















