KENDAL, Beritajateng.id – UPTD Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) dan Rumah Potong Hewan (RPH) Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kabupaten Kendal menggelar rapat koordinasi dan evaluasi kinerja Semester I Tahun 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kendal, Kamis, 30 Juli 2026.
Rapat tersebut dipimpin oleh Plt Kepala UPTD Puskeswan dan RPH, drh. Sri Wahyuni, serta diikuti seluruh koordinator dan petugas di lingkungan UPTD Puskeswan dan RPH.
Sri Wahyuni mengatakan rapat ini menjadi momentum untuk mengevaluasi capaian kinerja selama enam bulan pertama tahun 2026 sekaligus menyusun rencana kerja pada Semester II 2026.
“Evaluasi ini penting agar pelayanan kepada masyarakat semakin baik dan target-target yang telah ditetapkan dapat tercapai secara optimal,” ujar Sri Wahyuni.
Sri Wahyuni mengungkap saat ini UPTD Puskeswan dan RPH memiliki empat unit Puskeswan. Diantaranya meliputi Puskeswan Sukorejo, Puskeswan Weleri, Puskeswan Kaliwungu, dan Puskeswan Boja.
Sementara untuk Rumah Potong Hewan, ia menuturkan DPP baru memiliki dua unit yakni RPH Boja dan RPH Sukorejo.
Dalam pelayanan sehari-hari, ia menjelaskan Puskeswan memberikan layanan kesehatan hewan pada jam dinas, khususnya bagi hewan kesayangan seperti anjing, kucing, dan hewan peliharaan lainnya.
Sementara itu, RPH melayani pemotongan sapi disertai pemeriksaan ante-mortem dan post-mortem guna memastikan daging yang dihasilkan memenuhi standar ASUH (Aman, Sehat, Utuh, dan Halal).
Selain membahas pelayanan, rapat juga mengevaluasi capaian target retribusi sebagai bagian dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang bersumber dari layanan Puskeswan dan RPH. Hasil evaluasi tersebut akan menjadi dasar dalam meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus mengoptimalkan kontribusi terhadap pendapatan daerah.
Dalam kesempatan itu, Sri Wahyuni menyampaikan apresiasi kepada para peternak yang terus berupaya menjaga produktivitas ternaknya di tengah tantangan penyakit hewan, termasuk Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).
“Peternak adalah pejuang penyedia protein hewani bagi masyarakat Kabupaten Kendal. Kami berharap para peternak tetap semangat membudidayakan ternaknya meskipun menghadapi berbagai tantangan, termasuk PMK. Kami akan terus mendampingi melalui pelayanan kesehatan hewan yang optimal,” pungkasnya. (adv)
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















