PATI, Beritajateng.id – Rumah Sakit Assuyuthiyyah Pati berkolaborasi dengan Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sultan Agung (FK Unissula) melalui Bagian Ilmu Penyakit Dalam menggelar rangkaian kegiatan edukasi dan pelayanan kesehatan bagi masyarakat serta tenaga medis, Minggu, 9 Agustus 2026.
Kegiatan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-10 RSA ini mengusung semangat “10th Xcellence – Ikhlas Melayani, Inovasi Tanpa Henti”. Puncak perayaan satu dekade ini menjadi wujud nyata komitmen RS Assuyuthiyyah dalam memperluas kebermanfaatan di bidang kesehatan bagi masyarakat Pati dan sekitarnya.
“Kalau ada belasan atau puluhan santri yang sakit, kami harus bolak-balik mengantar ke puskesmas. Dari keresahan itulah kami nekat mendirikan balai kesehatan sederhana. Alhamdulillah, atas izin Allah, dari sekadar tempat berobat santri, fasilitas ini tumbuh menjadi rumah sakit umum yang murni lahir dari rahim pesantren, mandiri, dan melayani masyarakat luas,” papar Pemilik Rumah Sakit Assuyuthiyyah sekaligus Pengasuh Pesantren Raudlatul Ulum, Drs. KH. M. Najib Suyuthi, M.Ag. saat pembukaan di Auditorium RSA.
Keberadaan manajemen profesional yang dipimpin oleh Ketua Yayasan RS Assuyuthiyyah, Gus Moh. Nabil, Lc., Dipl., M.H.P.M., bersama Direktur RS Assuyuthiyyah, dr. Mega Anggun Sylvia, M.A.R.S., M.H.P.M., turut memperkuat tata kelola dan kualitas pelayanan RSA hingga mampu menginjak usia satu dekade.
dr. Mega menjelaskan bahwa dalam puncak perayaan ini, pihak rumah sakit melibatkan 14 dokter spesialis dan konsultan dari Bagian Ilmu Penyakit Dalam FK Unissula yang diterjunkan ke tiga lokasi kegiatan sekaligus.
“Pada puncak perayaan HUT ke-10 RS Assuyuthiyyah Pati ada tiga rangkaian kegiatan yakni seminar kesehatan untuk dokter umum, seminar kesehatan bagi santri Pesantren Raudlatul Ulum, dan konsultasi kesehatan gratis untuk masyarakat,” ujar dr. Mega.
Seminar Medis “Silent Killer” bagi Dokter Umum
Salah satu rangkaian kegiatan yakni seminar kesehatan bagi dokter umum yang berlangsung di Auditorium Lantai 3 RS Assuyuthiyyah. Seminar mengangkat tema “Waspadai Silent Killer: Langkah Preventif Melindungi Jantung dan Ginjal Sejak Dini”.
Kegiatan tersebut menghadirkan Dr. dr. M. Saugi Abduh, Sp.PD, K-KV, FINASIM, konsultan penyakit dalam, dokdiknis, sekaligus Kepala Bagian Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Unissula Semarang.
Dihadiri sekitar 30 peserta, seminar menjadi ruang edukasi bagi dokter umum untuk meningkatkan pemahaman mengenai penyakit yang kerap berkembang tanpa gejala yang jelas, khususnya terkait kesehatan jantung dan ginjal.
Melalui edukasi dan langkah preventif, dr. Saugi deteksi serta penanganan terhadap faktor risiko dapat dilakukan sedini mungkin. Ia menekankan pentingnya peran dokter umum dalam mendeteksi dan mengantisipasi penyakit jantung serta ginjal sejak dini.
“Ini menjadi tonggak awal kerja sama antara RS Assuyuthiyyah dengan Bagian Ilmu Penyakit Dalam FK Unissula, yang diharapkan terus berkembang di bidang pelayanan kesehatan, pengabdian masyarakat, maupun pendidikan,” terangnya.
Penyuluhan Kesehatan bagi Santri Pondok Pesantren
Sementara itu, empat dokter konsultan bertolak ke Auditorium Pesantren Raudlatul Ulum untuk mengisi penyuluhan kesehatan dengan 4 subtema edukasi yakni Anemia, HIV-AIDS, Hepatitis B, dan Hipertensi.
Penyuluhan berlangsung hangat dan interaktif karena mengangkat topik-topik kesehatan yang dekat dengan pola hidup santri. Dalam sesi tanya jawab, dr. Erwin Budi Cahyono, Sp.PD., FINASIM., merespons pertanyaan seorang santri asal Indramayu mengenai keluhan tubuh yang sering terasa lemas dan mengantuk.
“Kalau kamu gampang capek, ngantuk, atau lemes, itu belum tentu karena anemia. Saya apresiasi kamu aware dengan kondisi tubuh, tapi coba periksa dulu gaya hidup belakangan ini. Sudahkah makan teratur dan sehat? Sudah cukup olahraga? Barangkali badannya memang sedang capek dan butuh istirahat. Cukup ambil jeda saja, dan jangan lupa tablet tambah darahnya, ya!” tutur dr. Erwin yang disambut antusias para santri.
Konsultasi Kesehatan Gratis untuk Masyarakat Umum
Di waktu yang sama, sembilan dokter konsultan lainnya standby di area pelayanan klinis RSA untuk melayani Konsultasi Kesehatan Gratis bagi masyarakat umum. Kegiatan ini sengaja diadakan agar perayaan HUT Ke-10 RSA tidak hanya dirasakan elemen santri maupun tenaga kesehatan, tapi juga masyarakat umum.
Cakupan konsultasi ini meliputi sembilan sub-spesialisasi, seperti Jantung, Geriatri (Lansia), Gastro Hepatologi, Ginjal & Hipertensi, Rheumatologi, Pulmonologi, Hematologi, Penyakit Dalam Umum, hingga Endokrin & Diabetes.
Antusiasme tinggi terlihat dari hadirnya sekitar 80 warga dari berbagai wilayah Pati. Setiap warga datang dengan keluhan yang berbeda, dan dari kalangan yang beragam. Mulai dari remaja hingga lansia turut aktif meramaikan antrian layanan konsultasi. Kegiatan ini tidak hanya memberikan akses pemeriksaan gratis, tetapi juga berhasil mengikis stigma dan ketakutan masyarakat desa terhadap pemeriksaan medis.
Munziaroh, warga asal Juwana, Pati, mengaku sempat cemas sebelum memutuskan hadir.
“Jujur saya sempat takut mau ikut konsultasi karena stereotip di desa, takut kalau diperiksa nanti malah tahu ada penyakit yang tidak baik-baik saja atau membahas operasi,” ungkapnya.
Namun, pendampingan yang ramah dari tim RSA dan keramahan dokter membuatnya merasa lega.
“Alhamdulillah, kata dokternya saya sehat. Dokternya sangat baik, saya hanya diminta untuk banyak beraktivitas dan tidak usah takut lagi untuk bertanya ke dokter,” tambah Munziaroh.
Memperkuat Sinergi Rumah Sakit dan Institusi Pendidikan
Kolaborasi antara RS Assuyuthiyyah Pati dan Bagian Ilmu Penyakit Dalam FK Unissula bukan sekadar kerja sama seremonial, melainkan bagian dari upaya berkelanjutan untuk mempererat jalinan antara institusi pendidikan kedokteran dan penyedia pelayanan kesehatan.
Sinergi ini makin bermakna karena ditopang oleh ikatan historis yang kuat antara Pesantren Raudlatul Ulum Guyangan dan Universitas Islam Sultan Agung (Unissula). Setiap tahunnya, beberapa lulusan dari Pesantren Raudlatul Ulum konsisten melanjutkan studi di Unissula.
Para alumni tersebut tersebar di berbagai disiplin ilmu, mulai dari program studi Kedokteran, Kedokteran Gigi, Keperawatan, Farmasi, hingga jurusan rumpun sains dan sosial lainnya. Hubungan ini menjadikan Unissula sebagai salah satu mitra strategis dalam mencetak sumber daya manusia berakhlak dan berkualitas yang kelak kembali mengabdi kepada masyarakat.
Kehadiran para dokter spesialis & konsultan dari FK Unissula dalam perayaan HUT ke-10 RSA ini dinilai tidak hanya memberikan akses konsultasi medis subspesialis gratis bagi warga, tetapi juga menjadi ajang pengenalan Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Penyakit Dalam FK Unissula.
Bagi RS Assuyuthiyyah Pati, peringatan satu dekade ini menjadi batu pijakan untuk memperkuat komitmen dalam menghadirkan pelayanan kesehatan yang berkualitas, meningkatkan taraf edukasi masyarakat, serta memperluas jejaring kolaborasi lintas sektor.
Ke depan, sinergi antara RS Assuyuthiyyah, Pesantren Raudlatul Ulum, dan FK Unissula diharapkan terus berkembang secara berkelanjutan—baik dalam ranah pengabdian masyarakat, pelayanan medis klinis, maupun pengembangan pendidikan.
Satu dekade perjalanan ini menjadi momentum bagi RS Assuyuthiyyah untuk terus melangkah mantap, menghadirkan inovasi tanpa henti, dan memberikan kemanfaatan yang makin luas bagi masyarakat.















