REMBANG, Beritajateng.id – Tim SAR gabungan akhirnya menemukan korban tenggelam di Embung Matalan Desa Purworejo, Kecamatan Kaliori, usai pencarian kurang lebih selama 9 jam pada Kamis, 19 Februari 2026.
Remaja berinisial AR (19), warga Desa Wiroto RT 05 RW 01, Kecamatanb Kaliori itu ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada pukul 22.48 WIB. Sebelumnya, ia dilaporkan tenggelam di embung pada pukul 13.00 WIB.
Peristiwa tragis itu bermula saat korban memancing bersama rekannya, Novel Ardata (29). Berdasarkan informasi yang dihimpun, pancing milik AR tiba-tiba ditarik ikan. Ia kemudian turun ke tepi embung untuk mengambilnya. Namun ia diduga terpeleset dan jatuh ke embung dengan kedalaman sekitar tiga meter.
Laporan kejadian langsung ditindaklanjuti dengan operasi pencarian besar-besaran. Unsur Basarnas, BPBD Kabupaten Rembang, PMI Kabupaten Rembang, TNI, Polri, tim relawan rescue, pemerintah desa, hingga warga sekitar turut dikerahkan menyisir lokasi.
Plt Kepala Pelaksana BPBD Rembang, M. Luthfi Hakim, mengungkapkan medan pencarian cukup berat.
“Kedalaman embung sekitar tiga meter, namun kondisi di bawahnya berlumpur dan banyak rumput liar. Air juga keruh sehingga jarak pandang sangat terbatas. Itu yang menjadi kendala utama tim saat melakukan penyelaman,” ujarnya, Jumat, 20 Februari 2026.
Untuk mengatasi hambatan tersebut, tim mengerahkan enam pompa air alkon guna mengurangi debit air serta satu unit ekskavator untuk membantu membuka akses dan mempercepat proses pencarian.
“Setelah debit air berkurang, tim bisa turun kembali melakukan penyisiran secara maksimal. Alhamdulillah korban berhasil ditemukan pada pukul 22.48 WIB,” tambahnya.
Seorang Remaja Tenggelam di Embung Kaliori Rembang, Kini Masih Dicari
Usai ditemukan, jenazah korban langsung dievakuasi dan dibawa ke RSUD Dr R Soetrasno Rembang untuk penanganan lebih lanjut. Luthfi mengimbau masyarakat agar lebih waspada saat beraktivitas di area perairan terbuka.
“Kami mengingatkan agar masyarakat tidak turun langsung ke embung tanpa alat keselamatan, apalagi jika kondisi dasar tidak diketahui dan berpotensi licin,” tandasnya.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















