GROBOGAN, Beritajateng.id – Puluhan peternak di wilayah Kabupaten Grobogan menggelar aksi damai di Alun-Alun Purwodadi, Senin, 10 Agustus 2026. Aksi tersebut dipicu oleh kondisi usaha peternakan yang dinilai semakin tertekan akibat berbagai faktor.
Salah satunya yakni harga pakan ternak yang masih tinggi di tengah harga terlu yang terus anjlok. Kondisi ini dinilai memberatkan bagi para peternak ayam petelur bahkan berpotensi menimbulkan kerugian besar jika tidak segera ditangani.
Koordinator Aksi, Sugianto, mengatakan aksi tersebut merupakan bentuk penyampaian aspirasi peternak ayam petelur yang selama ini menghadapi tekanan biaya produksi.
Menurutnya, persoalan utama yang dirasakan peternak adalah harga pakan yang tinggi, sementara harga telur dan daya serap pasar belum sebanding dengan biaya yang harus dikeluarkan untuk menjalankan usaha peternakan.
“Kenaikan harga pakan telah terjadi lima kali,” ujarnya.
Dalam aksi tersebut, peternak membawa sejumlah tuntutan. Salah satunya menuntut Satuan Tugas (Satgas) Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk mendorong Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menyerap telur dan daging ayam dari peternak lokal.
Sugianto menuturkan, tuntutan ini bahkan sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan oleh pemerintah pusat.
“Sesuai dengan ketentuan dari pusat agar dapur dapat membeli telur dari peternak lokal,” ujarnya.
Paling utama, peternak meminta pemerintah menurunkan harga pakan ayam petelur sekaligus menaikkan harga telur. Peternak juga meminta agar pemerintah menambahkan komoditas telur dalam penyaluran bantuan pangan yang selama ini hanya diberikan berupa beras dan minyak goreng.
Selain itu, peternak meminta masa program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) jagung diperpanjang menjadi enam bulan. Dalam tuntutannya, masa tersebut diusulkan dengan pembagian untuk peternak mikro selama empat bulan serta peternak kecil dan menengah selama dua bulan.
Peternak juga meminta pemerintah menegaskan aturan mengenai hak budidaya untuk peternak rakyat mandiri sebesar 98 persen serta membatasi pembukaan budidaya baru berskala besar.
Tuntutan lainnya adalah kewajiban pemberian program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dari pabrik pakan ternak kepada peternak lokal di Kabupaten Grobogan.
Sugianto mengungkap saat ini harga telur di tingkat peternak turun hingga Rp19.000. Harga ini jauh di bawah harga batas bawah yang ditetapkan pemerintah yakni Rp24.000 hingga Rp26.500.
“Saat ini harga telur di peternak Rp19.000,” ujarnya.
Jurnalis: *Red
Editor: Tia















