REMBANG, Beritajateng.id – Pemerintah Kabupaten Rembang melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Dinbudpar) sukses menggelar Festival Unen-Unen di Rumah Dinas Wakil Bupati Rembang, Sabtu, 26 September 2026.
Kegiatan yang dikemas dengan berbagai hiburan dan ruang edukasi ini salah satunya bertujuan mengenalkan anak-anak, khususnya siswa sekolah dasar, untuk mengenal lebih jauh tentang seni dan kebudayaan Rembang.
“Kita menggunakan nama Festival Unen-Unen agar masyarakat penasaran dan akhirnya mengetahui bahwa festival ini menampilkan kesenian dan kebudayaan Rembang,” kata Plt Kepala Dinbudpar Kabupaten Rembang, Isti Choma Wati, Senin, 28 September 2026.
Menurut Isti, edukasi kepada anak-anak menjadi salah satu bagian penting dalam festival. Hal tersebut dilakukan untuk mempercepat regenerasi pelaku seni sekaligus memastikan kesenian daerah tetap dikenal oleh generasi berikutnya.
“Kita rangkul semua agar regenerasi kita lebih cepat. Di SMP kemarin ada 100 siswa dan hari ini SD juga 100 siswa,” katanya.
Upaya regenerasi tersebut dilakukan secara berkelanjutan. Sebelumnya, Dinbudpar juga menggelar Rembangan Fest sekitar dua pekan lalu yang melibatkan sekitar 100 pelajar SMP dalam edukasi pembuatan wayang dari jerami.
Sementara melalui Festival Unen-Unen, edukasi diberikan kepada pelajar SD melalui kegiatan mewarnai. Selain itu, festival ini juga menggaet kelompok seni untuk tampil melalui barongsai dan leang-leong, Barongan Ndas Papat, Unen-Unen Rengel, hingga geguritan.
Isti menjelaskan, keberagaman pertunjukan tersebut menjadi bentuk keterbukaan festival terhadap berbagai komunitas seni. Setiap kelompok mendapatkan kesempatan untuk berkembang sekaligus memperkenalkan keseniannya kepada masyarakat.
Bagi para pelaku seni, ruang tampil seperti ini menjadi penting untuk menjaga keberlangsungan kesenian. Salah seorang pemain barongsai, Stephen, mengaku senang dapat tampil dalam Festival Unen-Unen.
“Harapan saya barongsai semakin lama semakin maju dan rakyat semua bisa melihat barongsai tersebut. Semoga event-event seperti ini bisa lancar, terus maju dan sering digelar supaya menjadi hiburan bagi masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Wisnu, warga Desa Kabongan Kidul, menilai festival tersebut memberikan pengalaman dan wawasan baru bagi masyarakat. Ia mencontohkan pertunjukan Barongan Ndas Papat yang belum banyak dikenal masyarakat.
“Seperti tadi ada pertunjukan Barongan Ndas Papat yang tidak banyak orang tahu. Bahkan musik seperti ini bisa memberikan wawasan yang lebih bagi masyarakat Rembang,” tuturnya.
Jurnalis: Vicky Rio
Editor: Utia Lil















