PATI, Beritajateng.id – Salah satu penyanyi cilik asal Kabupaten Pati berhasil meraih prestasi membanggakan di tingkat internasional dalam ajang The 20th Zhongsin International Music Competition Thailand (Youth Thailand Performing Arts). Dia yakni Krishna Sakti Budi Purbaya, siswa kelas VI SDN Pati Wetan 01.
Penghargaan juara 1 kategori Vocal-Pop D3 Amateur Level itu mendapat apresiasi langsung oleh Plt Bupati Risma Ardhi Chandra saat upacara HUT Kemerdekaan RI ke-81 di Alun-Alun Simpang Lima, Senin, 17 Agustus 2026.
Selain itu, Krishna juga tercatat telah menorehkan berbagai prestasi. Perjalanannya dimulai pada 2023 saat ia meraih Juara 2 tingkat nasional dalam ajang Kita Cinta Lagu Anak (KILA) yang diselenggarakan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Prestasi itu juga mengantarkannya menjadi Duta KILA 2024.
Pada 2025, Krishna kembali menorehkan prestasi dengan meraih Juara 1 Vocal Pop Youth Thailand Performing Arts. Pada tahun yang sama, ia juga berhasil menjadi Juara 2 tingkat Provinsi Jawa Tengah dalam ajang MAPAK untuk kategori lagu rohani Kristen.
Sementara pada 2026, Krishna menerima Anugerah Anak Indonesia Awards dari Kementerian Kebudayaan dan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.
Prestasi lainnya yang diraih pada tahun ini adalah Juara 2 tingkat Provinsi Jawa Tengah dalam Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) kategori menyanyi solo.
Krishna mengaku senang bisa mendapatkan apresiasi dari Pemkab Pati sekaligus diundang mengikuti upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
“Senang banget bisa diundang ke upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI,” kata Krishna.
Ia berharap pencapaiannya dapat menjadi inspirasi bagi anak-anak di Kabupaten Pati untuk terus berprestasi.
“Semoga aku bisa jadi salah satu inspirasi untuk anak-anak Pati agar bisa berprestasi sampai tingkat internasional. Semoga bisa menularkan semangat untuk teman-teman,” ujarnya.
Ke depan, Krishna mengaku masih memiliki sejumlah target. Salah satunya mengikuti lomba yang berkaitan dengan grup musik Kangen Band.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada keluarga, mentor, dan seluruh pihak yang selama ini mendukung perjalanan karirnya.
“Terima kasih untuk keluarga, mentor, serta seluruh pihak yang selalu mendukung perjalanan saya. Semoga pencapaian ini bisa menjadi motivasi untuk terus berkarya dan mengharumkan nama Pati serta Indonesia di kancah internasional,” tuturnya.
Perjalanan Krishna di dunia tarik suara ternyata telah dimulai sejak usia 3,5 tahun. Sang ibu, Ratih Yuliana, mengatakan putranya sejak kecil sudah menunjukkan kecintaan yang kuat terhadap musik dan bernyanyi.
“Dia waktu usia segitu kalau tidak pegang mik dan nyanyi itu nangis,” kata Ratih.
Kecintaan tersebut terus dikembangkan hingga kini. Krishna rutin berlatih vokal tiga kali dalam sepekan dengan bimbingan tiga guru vokal.
Bagi Ratih dan keluarga, latihan tersebut menjadi bagian penting untuk mengasah kemampuan Krishna sekaligus mendukung cita-citanya menjadi penyanyi.
Dalam waktu dekat, Krishna bahkan dijadwalkan merilis dua lagu bergenre pop anak. Rencananya, peluncuran dua lagu tersebut akan dilakukan di Jakarta pada Oktober 2026 sekaligus dalam agenda konferensi pers.
“Kalau sekitar bulan Oktober akan rilis dua lagu Krishna di Jakarta sekaligus konferensi pers,” tutur Ratih.
Sebagai orang tua, Ratih menyatakan akan terus mendukung keinginan Krishna untuk berkarir sebagai penyanyi dan menghasilkan karya yang dapat membawa nama baik Pati serta Indonesia.
“Kami sebagai orang tua Krishna akan selalu support buat dia karena keinginan dia ingin jadi artis penyanyi dan berkarya buat bangsa Indonesia, khususnya buat kota kelahirannya Kabupaten Pati,” ungkapnya.
Sementara itu, Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra menegaskan bahwa pemerintah daerah akan terus mendorong lahirnya generasi berprestasi melalui berbagai program pembinaan.
“Prestasi anak-anak Pati harus terus kita dorong. Pemerintah daerah berkomitmen membina minat dan bakat mereka melalui berbagai program pendukung,” kata Chandra.
Menurutnya, komitmen tersebut diwujudkan melalui sejumlah program pengembangan potensi peserta didik, salah satunya Seniman Masuk Sekolah.
“Kita ingin anak-anak Pati memiliki ruang untuk berkembang sesuai minat dan bakatnya. Prestasi mereka adalah bagian dari wajah Kabupaten Pati,” ujarnya.
Jurnalis: *Red















