REMBANG, Beritajateng.id – Program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) telah menyasar total 1.789 unit di wilayah Rembang tahun ini. Pendanaan dalam program ini berasal dari berbagai sumber.
Berdasarkan data, Rembang mendapat alokasi bantuan paling banyak dari pemerintah pusat melalui Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) dengan total 1.529 unit. Sementara dari APBD Rembang ditargetkan memperbaiki sebanyak 140 rumah dan telah terealisasi 93 unit.
Selain itu, Rembang juga mendapat bantuan dari Bankeupemdes sebanyak 107 unit dan terealisasi 25 unit, kemudian dari CSR dunia usaha 16 unit, dukungan sektor perbankan 5 unit, dan Baznas Jawa Tengah 8 unit. Total keseluruhan bantuan yakni 1.805 unit RTLH dan telah terealisasi 1.789 unit.
Kepala Bidang Kawasan Permukiman Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Rembang, Sigit Widyaksono, mengatakan program tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk meningkatkan kualitas tempat tinggal masyarakat.
“Besar bantuan yang diberikan senilai Rp20 juta (per unit rumah) dengan rincian Rp17,5 juta untuk biaya material dan Rp2,5 juta untuk upah tukang,” katanya, Jumat, 21 Agustus 2026.
Sigit menegaskan, penanganan RTLH dilakukan secara bertahap dengan melibatkan berbagai pihak. Kolaborasi tersebut diperlukan agar upaya peningkatan kualitas hunian masyarakat dapat menjangkau lebih banyak warga.
“Penanganan RTLH pada 2026 mencakup 1.805 unit yang masuk dalam program penanganan tahun 2026. Angka tersebut merupakan gabungan antara target dan realisasi sesuai status masing-masing program, sehingga tidak seluruhnya sudah selesai dibedah,” katanya.
Jurnalis: Vicky Rio
Editor: Utia Lil















