KUDUS, Beritajateng.id – Pemerintah Kabupaten Kudus mulai mengembangkan konsep Wisata Ramah Muslim. Sejumlah usaha kuliner, destinasi wisata hingga akomodasi disiapkan sebagai proyek percontohan untuk program pariwisata 2027.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kudus, Abdul Halil mengatakan, konsep ini bukan berarti menjadikan seluruh destinasi sebagai wisata syariah. Menurutnya fokus konsep ini lebih pada kenyamanan bagi wisatawan muslim.
“Wisata Ramah Muslim itu bukan terus seperti wisata syariah, tetapi menyediakan fasilitas yang muslim friendly,” ujarnya.
Fasilitas tersebut, kata dia, antara lain berupa penunjuk arah kiblat dan kitab suci di kamar penginapan, tempat wudhu yang memadai, hingga pemisahan fasilitas tertentu antara wisatawan laki-laki dan perempuan.
Subkoordinator Promosi Wisata Disbudpar Kabupaten Kudus, Esti Aristiana Sukmawati menambahkan, pihaknya sudah mulai menentukan sejumlah usaha pariwisata yang akan menjadi pilot project.
Contohnya yakni untuk di sektor kuliner, Soto Djatmi dan GASASA masuk dalam daftar usaha yang dipersiapkan untuk mendukung konsep wisata ramah muslim.
Sementara untuk destinasi wisata, Museum Jenang dan Kretek Waterpark dipilih sebagai objek yang akan dirintis. Adapun sektor akomodasi mencakup Hotel Sapphire dan Salimna.
“Lima itu yang kita jadikan pilot project. Nanti mudah-mudahan yang lain bisa mengikuti juga,” katanya.
Pengembangan pariwisata ramah muslim juga menyentuh aspek produk usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), khususnya terkait jaminan kehalalan produk. Hal tersebut dinilai penting untuk meningkatkan rasa aman dan nyaman wisatawan saat menikmati produk lokal.
Selain itu, Disbudpar Kabupaten Kudus juga mulai membenahi layanan informasi wisata melalui Tourism Information Center (TIC) online. Informasi destinasi diperbarui agar wisatawan lebih mudah mengetahui lokasi, fasilitas dan akses menuju objek wisata.
Ia mengatakan pembenahan informasi digital dilakukan agar wisatawan memperoleh informasi yang lebih lengkap sebelum maupun saat berkunjung.
“Kita memperbarui informasi yang disampaikan di sana. Harapannya akan lebih komprehensif ketika diakses wisatawan, termasuk ada petunjuk dan maps sehingga wisatawan lebih mudah menuju destinasi,” katanya.
Jurnalis: Nisa Hafizhotus S/Lingkar Network
Editor: Utia Lil















